Baca artikel IDN Research Institute lainnya di IDN App
Install
For
You

90% Pekerja Indonesia Terjebak Sandwich Generation, Ini Alasannya

90% Pekerja Indonesia Terjebak Sandwich Generation, Ini Alasannya
ilustrasi sandwich generation (freepik.com/Wiroj Sidhisoradej)
Intinya Sih
  • Survei Sun Life 2026 menunjukkan 90% pekerja Indonesia menanggung beban finansial dua generasi sekaligus, mencerminkan tekanan struktural akibat rasio ketergantungan yang naik hingga 47,3% pada 2025.
  • Peningkatan populasi lansia dan minimnya kesiapan pensiun generasi sebelumnya memperparah beban generasi sandwich, dengan proyeksi penduduk usia 60+ melonjak dari 30,9 juta menjadi 64,9 juta pada 2050.
  • Mayoritas generasi sandwich belum siap finansial: lebih dari separuh tanpa dana darurat dan sepertiga tanpa tabungan, memicu tekanan emosional serta menegaskan perlunya jaminan sosial dan literasi keuangan nasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Rasio ketergantungan Indonesia menembus 47,3% di 2025, dan survei terbaru menemukan bahwa sembilan dari sepuluh pekerja menanggung dua generasi sekaligus. Fenomena ini bukan gelombang baru, melainkan tekanan struktural yang sudah lama menumpuk.

Bayangkan Anda baru saja menerima gaji. Sebelum uang itu sempat disimpan, daftar kewajiban sudah menunggu: biaya sekolah anak, cicilan, lalu kiriman rutin ke orang tua yang sudah pensiun. Tidak ada satu rupiah pun yang tersisa untuk dana darurat. Kondisi ini bukan pengalaman satu orang. Ini gambaran mayoritas pekerja Indonesia hari ini.

Survei Sun Life yang dirilis pada Februari 2026 menemukan bahwa 90% pekerja Indonesia kini menanggung beban finansial dua generasi sekaligus, yaitu orang tua dan anak, dalam satu waktu. Angka ini bukan anomali. Angka ini adalah cermin dari struktur demografi Indonesia yang sedang bergeser, cepat dan sulit dibalik.

DATA KUNCI

90%  pekerja Indonesia menanggung orang tua sekaligus anak secara finansial (Sun Life Indonesia, Feb 2026)

47,3%  rasio ketergantungan BPS 2025, artinya 47 orang non-produktif per 100 pekerja aktif (BPS, 2025)

48,7%  penduduk usia produktif 25-45 tahun masuk kategori sandwich generation (Survei CNBC Indonesia, 2021)

30,9 juta  penduduk Indonesia berusia 60+, proyeksi 2050 melonjak ke 64,9 juta (UN ESCAP, 2023)

Apa Itu Sandwich Generation?

Istilah sandwich generation (generasi sandwich) pertama kali diperkenalkan oleh Dorothy A. Miller pada 1981. Konsep ini menggambarkan individu yang secara bersamaan menanggung beban ekonomi dua generasi: orang tua yang sudah tidak lagi produktif di satu sisi, dan anak yang belum mandiri di sisi lain. Mereka yang terhimpit di tengah itulah yang disebut generasi sandwich.

Di Indonesia, kondisi ini tidak hanya umum, tetapi juga dianggap normal secara budaya. Anak yang sudah bekerja membiayai orang tua adalah norma sosial yang mengakar kuat, jauh sebelum ada nama akademis untuk menyebutnya. Masalahnya bukan pada nilai tersebut. Masalahnya pada fakta bahwa sistem pendukung untuk meringankan beban itu hampir tidak ada.

Carol Abaya, seorang pakar perawatan lansia, membagi generasi sandwich ke dalam tiga kategori. Traditional Sandwich Generation mencakup orang dewasa usia 40-50 tahun yang menanggung orang tua lanjut usia dan anak yang masih bergantung. Club Sandwich Generation lebih kompleks karena bebannya mencakup orang tua, anak, cucu, bahkan kakek-nenek, dengan rentang usia yang lebih luas dari 30 hingga 60 tahun. Sementara itu, Open-Faced Sandwich Generation merujuk pada siapa pun yang terlibat dalam pengasuhan lansia tanpa menjadikannya profesi.

Mengapa Angkanya Terus Naik?

Ada dua tekanan struktural yang bekerja bersamaan dan saling memperkuat satu sama lain.

Pertama, populasi lansia Indonesia tumbuh lebih cepat dari kapasitas sistem pensiun untuk menampungnya. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan rasio ketergantungan penduduk nonproduktif terhadap penduduk produktif mencapai 44,67% pada 2022. Angka tersebut naik menjadi 47,2% pada 2024 dan diproyeksikan menyentuh 47,3% pada 2025. Setiap kenaikan satu poin di rasio ini berarti jutaan pekerja tambahan yang menanggung tanggungan lebih banyak.

Data United Nations Economic and Social Commission for Asia and the Pacific (ESCAP) 2023 mencatat jumlah penduduk Indonesia berusia 60 tahun ke atas sudah mencapai 30,9 juta orang, setara 11,1% dari total populasi. Pada 2050, angka itu diproyeksikan melonjak menjadi 64,9 juta orang atau 20,5% dari populasi. Artinya, beban generasi sandwich bukan memuncak sekarang, melainkan baru akan mencapai puncaknya dua hingga tiga dekade mendatang.

Kedua, generasi sebelumnya memasuki usia pensiun tanpa persiapan finansial yang memadai. Survei BPS menunjukkan 78,27% pembiayaan rumah tangga lansia ditopang oleh anggota keluarga yang masih bekerja. Ketika orang tua tidak punya tabungan pensiun, tanggung jawab itu secara otomatis berpindah ke pundak anak.

"Rasio ketergantungan makin tinggi pada 2030. Sandwich generation diprediksi terus bertambah hingga 2045."

Harsa Martana, Sharia Relationship Development, Manulife Indonesia, Oktober 2024

Terjepit Bukan Hanya Soal Uang

Tekanan finansial menjadi pintu masuk, tetapi dampaknya menyebar ke wilayah lain. Survei Katadata Insight Center untuk Astra Life pada September 2021 mewawancarai 1.828 responden berusia 25-45 tahun dari seluruh Indonesia. Hasilnya mengungkap gap besar antara keyakinan dan kenyataan: 82,6% generasi sandwich percaya mereka mampu merawat tanggungan dengan baik, namun hanya 13,4% yang benar-benar siap secara finansial.

Selain itu, 52,2% belum menyiapkan dana darurat. Sebanyak 67,7% tidak punya dana pendidikan untuk anak. Dan 33% bahkan tidak memiliki tabungan sama sekali. Keyakinan tinggi dengan kesiapan rendah adalah kombinasi yang berbahaya, terutama ketika krisis datang tiba-tiba.

Survei Sun Life 2026 menambahkan lapisan lain pada gambaran tersebut. Sebanyak 40% responden Indonesia mengaku menurunkan ekspektasi gaya hidup di masa pensiun. Sementara 77% memperkirakan masih harus bekerja meski sudah memasuki usia pensiun. Pensiun bagi generasi sandwich bukan sebuah tujuan, melainkan kemewahan yang terasa jauh.

Dari sisi psikologis, 44% responden yang merasa cemas menyatakan kekhawatiran terbesar mereka adalah ketidakmampuan memberikan dukungan finansial kepada keluarga. Tekanan ini menempatkan generasi sandwich dalam posisi yang sulit secara emosional karena mereka tidak hanya berjuang untuk diri sendiri, tetapi juga untuk orang-orang yang mereka cintai di dua arah sekaligus.

Mengapa Ini Relevan untuk Pengambil Keputusan

Bagi pembuat kebijakan, data ini memperkuat urgensi dua hal yang sudah lama tertunda: perluasan cakupan jaminan sosial hari tua dan peningkatan literasi keuangan lintas generasi. Selama orang tua memasuki masa tua tanpa bekal, anak-anak mereka yang produktif akan terus menanggung beban yang seharusnya menjadi tanggung jawab kolektif.

Bagi merek dan perusahaan, generasi sandwich bukan hanya segmen konsumen yang tertekan. Mereka adalah pengambil keputusan pembelian untuk tiga lapisan sekaligus: produk lansia untuk orang tua, produk pendidikan dan pertumbuhan untuk anak, serta kebutuhan harian untuk diri sendiri. Memahami tekanan yang mereka hadapi bukan pilihan, melainkan prasyarat untuk berkomunikasi secara relevan.

Bagi anak muda Indonesia sendiri, angka ini adalah konfirmasi dari sesuatu yang sudah mereka rasakan setiap akhir bulan. Kondisi ini bukan kegagalan individu. Kondisi ini adalah hasil dari sistem yang memang belum dirancang untuk menanggung beban demografis sebesar ini.

Indonesia menuju 2045 dengan ambisi besar. Tetapi selama generasi produktifnya terhimpit dari dua arah tanpa jaring pengaman yang memadai, potensi bonus demografi itu berisiko tidak pernah terealisasi sepenuhnya.

Sumber Data

Sun Life Indonesia. (Februari 2026). Asia Retirement Report 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS). (2025). Proyeksi rasio ketergantungan penduduk Indonesia 2022-2025.

United Nations ESCAP. (2023). Populasi penduduk usia 60+ di Indonesia.

Katadata Insight Center untuk Astra Life. (September 2021). Survei sandwich generation Indonesia. n=1.828 responden usia 25-45 tahun, multistage random sampling, seluruh Indonesia.

Manulife Indonesia. (Oktober 2024). Literasi keuangan UMKM: Rasio ketergantungan dan proyeksi 2045.

Miller, D. A. (1981). The sandwich generation: Adult children of the aging. Social Work, 26(5), 419-423.

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nadia Agatha Pramesthi
EditorNadia Agatha Pramesthi

Related Articles

See More