McKinsey memproyeksikan brand yang tidak beradaptasi bisa kehilangan 20% hingga 50% traffic dari pencarian tradisional seiring keputusan konsumen makin sering dibuat di dalam antarmuka AI, sebelum klik pertama ke website mana pun terjadi.
Konsumen sudah mengubah cara mereka bertanya. Pertanyaannya sekarang: apakah brand sudah mengubah cara mereka menjawab?
Untuk Brand: Hadir di Jawaban AI, Bukan Sekadar di Ranking
Ketika AI hanya menyebut satu sampai tiga brand dan 47% konsumen mengaku jawaban itu membentuk kepercayaan mereka, brand yang tidak disebut kehilangan peluang sebelum evaluasi dimulai. McKinsey memproyeksikan brand yang lambat beradaptasi bisa kehilangan 20% hingga 50% traffic dari pencarian tradisional. Risikonya bukan sekadar turun peringkat. Sebuah brand bisa hilang sama sekali dari daftar pertimbangan.
Yang menentukan visibilitas di AI berbeda dari SEO. Riset Princeton menunjukkan konten dengan statistik spesifik naik 41%, kutipan pakar naik 28%, dan sitasi ke sumber terpercaya naik 30% hingga 40%. Bagi brand, materi seperti white paper, data konsumen, dan rilis berbasis angka punya nilai baru. Bukan hanya bahan PR, tetapi bahan yang siap dikutip AI.
McKinsey juga menemukan website brand hanya menyumbang 5% hingga 10% dari sumber yang dipakai AI. Sisanya datang dari media, forum, dan platform review. Brand yang menaruh hampir seluruh investasinya di website sendiri sedang memperebutkan sebagian kecil dari sumber yang benar-benar dibaca AI. Community management dan kehadiran di sumber pihak ketiga yang dipercaya kini ikut menentukan apakah sebuah brand disebut.
Untuk pasar Indonesia, pertanyaannya masih terbuka. Indonesia adalah pengakses ChatGPT terbesar kelima di dunia, tetapi belum ada data yang memetakan seberapa terlihat brand lokal di dalam jawaban AI. Satu cara sederhana untuk mulai membaca posisi: ajukan ke ChatGPT, Gemini, dan Perplexity pertanyaan yang biasa diajukan konsumen, lalu lihat apakah nama brand muncul dan seberapa konsisten. Hasilnya sering berbeda jauh dari posisi brand yang sama di Google.
Referensi
Aggarwal, P., Murahari, V., Rajpurohit, T., Kalyan, A., Narasimhan, K., & Deshpande, A. (2024). GEO: Generative Engine Optimization. KDD '24: Proceedings of the 30th ACM SIGKDD Conference on Knowledge Discovery and Data Mining, 5–16. https://doi.org/10.1145/3637528.3671900 (Preprint: https://arxiv.org/abs/2311.09735)
Silliman, E., Boudet, J., & Robinson, K. (2025, 16 Oktober). New front door to the internet: Winning in the age of AI search. McKinsey & Company. https://www.mckinsey.com/capabilities/growth-marketing-and-sales/our-insights/new-front-door-to-the-internet-winning-in-the-age-of-ai-search
Eight Oh Two Marketing. (2026, 4 Februari). The 2026 AI + Search Behavior Study: AI Is Now the First Stop for Search. https://eightohtwo.com/blog/2026-ai-search-behavior-study-ai-now-first-stop-for-search/
OpenAI via Reuters. (2026, 27 Februari). ChatGPT reaches 900 million weekly active users. https://techcrunch.com/2026/02/27/chatgpt-reaches-900m-weekly-active-users
GoodStats. (2025). Indonesia Jadi Pengguna ChatGPT Tertinggi Ke-5 di Dunia. https://goodstats.id/article/indonesia-jadi-pengguna-chatgpt-tertinggi-ke5-di-dunia-mjoj8 (Data primer: Similarweb, Agustus 2025)
Budiman, D. (2026). The Rise of AI-Assisted Consumer Information Search. Fundamental and Applied Management Journal. DOI 10.66314/famj.v4i2.597. SSRN: https://ssrn.com/abstract=6837778