Baca artikel IDN Research Institute lainnya di IDN App
Install
For
You

1,5 Juta Peserta Global: Apa Arti Hyrox Indonesia bagi Brand?

1,5 Juta Peserta Global: Apa Arti Hyrox Indonesia bagi Brand?
Ilustrasi HYROX (unsplash.com/Leona Lee)
Intinya Sih
  • Hyrox berkembang pesat dari 650 peserta pada 2017 menjadi 1,5 juta atlet global pada musim 2025/26, dengan format kompetisi seragam yang memungkinkan perbandingan performa antarnegara.
  • Hyrox resmi hadir di Indonesia lewat AirAsia Hyrox Jakarta 2026, menarik lebih dari 11.500 peserta dan menggandeng brand besar seperti AirAsia serta Puma sebagai mitra utama.
  • Model bisnis Hyrox berfokus pada pendapatan dari peserta dan jaringan gym afiliasi global, menempatkannya di segmen premium pasar fitness Indonesia dengan peluang kolaborasi bagi brand berorientasi pengalaman.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Hyrox berkembang dari kompetisi kebugaran berskala kecil di Hamburg menjadi salah satu ajang olahraga partisipasi terbesar di dunia dalam waktu kurang dari satu dekade. Pada Juni 2026, kompetisi ini resmi hadir di Indonesia melalui Hyrox Jakarta.

Bagi marketer, kehadiran Hyrox bukan sekadar kabar tentang tren olahraga baru. Pertanyaan yang lebih penting adalah seberapa besar potensi pasarnya, siapa audiens yang berhasil dikumpulkan, dan bagaimana brand dapat memanfaatkan momentum tersebut.

Artikel ini membahas pertumbuhan Hyrox secara global, model bisnis yang membuatnya berkembang pesat, kondisi pasar fitness Indonesia, serta peluang yang dapat dimanfaatkan brand.

Hyrox tumbuh dari ratusan menjadi jutaan peserta dalam delapan tahun

Hyrox didirikan pada 2017 di Hamburg oleh Christian Tötzke bersama juara Olimpiade Moritz Fürste. Berbeda dengan lomba lari atau kompetisi functional fitness lainnya, Hyrox menggunakan format yang sama di seluruh dunia. Peserta menyelesaikan delapan putaran lari sejauh satu kilometer yang diselingi delapan stasiun functional workout.

Format yang konsisten ini menjadi salah satu kekuatan Hyrox. Peserta dapat membandingkan catatan waktunya dengan atlet dari kota atau negara lain karena seluruh kompetisi menggunakan standar yang sama.

Pertumbuhan jumlah pesertanya sangat cepat. Acara Hyrox pertama pada 2017 hanya diikuti sekitar 650 peserta. Menurut SportsPro, jumlah partisipasi global kemudian meningkat dari sekitar 570.000 atlet pada musim 2024/25 menjadi 1,5 juta atlet pada musim 2025/26.  Dalam periode yang sama, jumlah penyelenggaraan balapan bertambah dari 74 menjadi 105 event. Komposisi pesertanya pun relatif seimbang antara laki-laki dan perempuan.

Lonjakan tersebut menunjukkan perubahan cara masyarakat memandang aktivitas kebugaran. Bagi banyak orang, latihan di gym tidak lagi berhenti sebagai rutinitas menjaga kesehatan. Latihan kini menjadi persiapan menuju sebuah target yang jelas, yaitu mengikuti kompetisi dengan ukuran performa yang terukur.

Hyrox berhasil mengubah aktivitas olahraga sehari-hari menjadi pengalaman yang memiliki tujuan, komunitas, dan pencapaian yang dapat dibagikan.

Hyrox resmi masuk Indonesia melalui Jakarta

Indonesia menjadi salah satu negara tujuan ekspansi Hyrox pada 2026. Ajang perdananya digelar pada 27 hingga 28 Juni 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE), PIK 2, Tangerang, dengan nama AirAsia Hyrox Jakarta.

AirAsia hadir sebagai Official Regional Airline Partner untuk HYROX APAC, sedangkan Puma turut berpartisipasi dalam operasional acara, termasuk menyediakan titik check-in peserta di gerai Puma Senayan City. 

Media lokal melaporkan bahwa lebih dari 11.500 peserta mengikuti ajang ini dan menjadikannya salah satu penyelenggaraan Hyrox terbesar di kawasan Asia Pasifik. Angka tersebut masih mengacu pada laporan media dan menunggu konfirmasi resmi dari penyelenggara.

Masuknya AirAsia dan Puma sejak penyelenggaraan pertama menunjukkan bahwa brand besar melihat Hyrox sebagai platform yang mampu menjangkau konsumen dengan daya beli serta keterlibatan yang tinggi. AirAsia memanfaatkan Hyrox untuk memperkuat posisinya sebagai maskapai yang mendukung perjalanan olahraga di kawasan Asia Pasifik. Sementara itu, Puma hadir langsung di berbagai titik interaksi peserta sepanjang rangkaian acara.

Model bisnis Hyrox bertumpu pada peserta

Pertumbuhan Hyrox tidak hanya terlihat dari jumlah peserta, tetapi juga dari sisi bisnis. Menurut SportsPro, Hyrox dilaporkan membukukan pendapatan sekitar UK£140 juta atau sekitar US$187,8 juta pada tahun lalu, meningkat tajam dibandingkan UK£40 juta pada tahun sebelumnya. Angka ini berstatus dilaporkan dan bersumber dari Sky News, bukan laporan keuangan resmi. 

Yang menarik bukan hanya besarnya angka tersebut, melainkan struktur pendapatannya. Sekitar 55 hingga 65 persen pemasukan berasal dari biaya registrasi atlet dan penjualan tiket. Sponsorship menyumbang sekitar 15 persen, sedangkan merchandise menghasilkan sekitar US$40 juta hingga US$50 juta.

Artinya, sumber pendapatan utama Hyrox bukan berasal dari iklan atau hak siar, melainkan dari peserta yang bersedia membayar untuk mengikuti kompetisi.

Model ini membuat pertumbuhan bisnis Hyrox berjalan seiring dengan peningkatan jumlah peserta. Semakin banyak orang yang mendaftar, semakin besar pula nilai komersial yang dihasilkan tanpa harus bergantung pada belanja iklan dalam jumlah besar.

Jaringan gym menjadi mesin distribusi Hyrox

Salah satu faktor yang mempercepat ekspansi Hyrox adalah jaringan afiliasi gym. Menurut SportsPro, jaringan distribusi Hyrox kini mencakup sekitar 15.000 gym di seluruh dunia per Juni 2026. Program afiliasi ini tumbuh lima hingga enam persen per bulan dan ditargetkan mencapai 24.000 gym pada akhir tahun. 

Gym-gym ini tidak hanya menyediakan kelas latihan berlabel Hyrox, tetapi juga menjadi saluran utama untuk merekrut peserta baru.

Menurut data Infront, sekitar 70 persen peserta merupakan atlet Hyrox untuk pertama kalinya.  Angka ini memperlihatkan bahwa Hyrox berhasil menarik peserta dari kalangan masyarakat umum, bukan hanya atlet profesional atau komunitas functional fitness.

Strategi tersebut membuat biaya akuisisi peserta menjadi lebih efisien. Alih-alih mengandalkan promosi terpusat, Hyrox memanfaatkan ribuan gym yang sudah memiliki komunitas dan hubungan langsung dengan para member.

Pasar fitness Indonesia memberikan ruang pertumbuhan

Potensi Hyrox di Indonesia juga didukung oleh perkembangan industri kebugaran. Menurut MarketLine, pasar gym dan klub kebugaran Indonesia mencatat pendapatan sekitar US$600 juta pada 2024, dengan pertumbuhan 6,1 persen pada tahun tersebut.  Nilai tersebut berasal dari iuran keanggotaan yang dibayarkan konsumen kepada klub kebugaran sehingga mencerminkan pengeluaran masyarakat yang memang terjadi.

Dari sisi demografi, MarketLine mengutip data US Census Bureau yang menunjukkan bahwa Indonesia memiliki sekitar 65,5 juta penduduk milenial dan 73 juta Gen Z pada 2024. Dengan total sekitar 138,5 juta orang, kedua kelompok usia ini menjadi basis konsumen terbesar bagi industri kebugaran.

Pasar juga semakin berkembang dengan kehadiran berbagai pemain seperti Celebrity Fitness, Fitness First, Anytime Fitness, ReFIT, dan 20FIT yang memperluas akses masyarakat terhadap fasilitas olahraga.

Kondisi tersebut menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan kompetisi seperti Hyrox. Basis member gym yang terus bertambah berarti semakin banyak orang yang berpotensi mencari tantangan baru setelah rutin berlatih.

Positioning Hyrox di Indonesia masih berada di segmen premium

Secara global, Hyrox diposisikan sebagai olahraga yang terbuka untuk semua orang. Namun, di Indonesia, harga tiketnya menempatkan kompetisi ini pada segmen premium.

Berdasarkan berbagai laporan, biaya registrasi Hyrox Jakarta berkisar antara Rp1,6 juta untuk kategori Relay hingga Rp2,2 juta untuk kategori Individual. Peserta juga dapat membeli paket dokumentasi foto dengan biaya sekitar Rp450.000. Angka tersebut masih mengacu pada pelaporan sekunder dan perlu dikonfirmasi melalui halaman registrasi resmi.

Jika dibandingkan dengan biaya keanggotaan gym, selisihnya cukup besar. Ringkasan industri dari the-shiv menunjukkan bahwa iuran gym bulanan di Indonesia berkisar Rp300.000 hingga Rp500.000 untuk gym kelas dasar, sedangkan jaringan gym kelas menengah hingga premium umumnya mematok biaya Rp400.000 sampai Rp1 juta per bulan.

Dengan demikian, satu tiket Hyrox kategori Individual setara dengan biaya keanggotaan gym selama sekitar dua hingga lima bulan. Di sisi lain, the-shiv juga mencatat bahwa konsumen Indonesia masih cukup sensitif terhadap harga ketika memilih layanan kebugaran.

Perbandingan tersebut menunjukkan bahwa Hyrox belum menyasar pasar kebugaran secara umum. Sebaliknya, kompetisi ini lebih menarik bagi konsumen yang memiliki daya beli lebih tinggi dan bersedia mengeluarkan biaya tambahan untuk memperoleh pengalaman olahraga yang berbeda dari rutinitas latihan di gym.

Implikasi bagi Brand

Kehadiran Hyrox di Indonesia menunjukkan bahwa pasar kebugaran tidak lagi hanya menjual akses ke fasilitas olahraga. Konsumen juga bersedia membayar untuk pengalaman, pencapaian yang terukur, dan rasa memiliki terhadap sebuah komunitas. Pergeseran ini membuka beberapa peluang yang layak diperhatikan brand.

Pertama, pengalaman dapat menjadi nilai jual yang sama pentingnya dengan produk. Sebagian besar pendapatan Hyrox berasal dari peserta yang membayar tiket, bukan dari iklan maupun hak siar. Artinya, nilai yang ditawarkan kepada konsumen bukan sekadar perlengkapan olahraga, melainkan pengalaman mengikuti kompetisi yang memiliki target dan pencapaian yang jelas. Pendekatan seperti ini dapat menjadi inspirasi bagi brand untuk menciptakan aktivasi yang lebih berorientasi pada pengalaman dibandingkan promosi konvensional.

Kedua, komunitas dapat menjadi saluran distribusi yang lebih efektif daripada membangun audiens dari nol. Hyrox berkembang melalui sekitar 15.000 gym afiliasi di berbagai negara yang sekaligus berperan sebagai tempat latihan dan rekrutmen peserta. Strategi ini menunjukkan bahwa bekerja sama dengan komunitas yang sudah memiliki kepercayaan dari anggotanya sering kali lebih efisien daripada mengandalkan kampanye iklan untuk membangun audiens baru.

Ketiga, brand perlu melihat Hyrox sebagai segmen premium di dalam pasar fitness Indonesia, bukan sebagai representasi seluruh pasar kebugaran. Harga tiket yang relatif tinggi membuat peserta Hyrox berasal dari kelompok konsumen dengan daya beli dan kesediaan membayar yang lebih besar. Karakteristik ini menjadikan Hyrox relevan bagi brand yang menawarkan produk premium, seperti apparel, sepatu olahraga, suplemen, perangkat kebugaran, maupun layanan gaya hidup. Sebaliknya, bagi brand yang mengejar jangkauan massal, Hyrox mungkin bukan saluran dengan skala terbesar, tetapi menawarkan audiens yang lebih terkurasi dan memiliki tingkat keterlibatan yang tinggi.

Pada tahap awal ekspansinya di Indonesia, Hyrox masih berada pada fase ketika persaingan antar merek belum terlalu padat. Kondisi ini memberi peluang bagi brand untuk membangun asosiasi lebih awal dengan komunitas yang diperkirakan akan terus bertumbuh seiring berkembangnya industri kebugaran nasional.

Sumber Data

Pertumbuhan peserta global, pendapatan, dan struktur pendapatan Hyrox: SportsPro, https://www.sportspro.com/features/finance-investment/hyrox-business-model-mass-participation-private-equity-investment/

Jumlah afiliasi gym global, mitra brand, dan profil peserta pemula: Infront, https://www.infront.sport/news/keeping-the-world-moving-exciting-growth-across-our-active-lifestyle-portfolio-in-2025

Tanggal, lokasi, dan mitra Hyrox Jakarta: Hyrox (situs resmi), https://hyrox.com/event/hyrox-jakarta/

Estimasi 11.500 peserta Hyrox Jakarta: Metro TV, https://www.metrotvnews.com/play/ba4CP86j-11-500-peserta-ikuti-hyrox-jakarta-terbesar-di-asia-pasifik

Pasar gym dan klub kebugaran Indonesia US$600 juta (2024), pertumbuhan 6,1 persen, definisi iuran keanggotaan, dan demografi: MarketLine via MarketResearch.com, https://www.marketresearch.com/MarketLine-v3883/Gyms-Health-Fitness-Clubs-Indonesia-41033910/

Harga keanggotaan gym, pemain utama, dan perilaku sensitivitas harga: the-shiv, https://the-shiv.com/indonesias-health-fitness-industry-trends-growth-opportunities/

HYROX: From a disruptive fitness race to a global mass participation powerhouse: https://www.infront.sport/blog/participation-sports/hyrox-from-a-disruptive-fitness-race-to-a-global-mass-participation-powerhouse 

Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nadia Agatha Pramesthi
EditorNadia Agatha Pramesthi

Related Articles

See More