Bukti yang tersedia lebih langsung menunjukkan perubahan perilaku belanja dalam jangka pendek: volume kategori bayi turun pada paruh pertama 2025, pasar popok kehilangan volume dan nilai sepanjang tahun, dan Worldpanel berulang kali mencatat downtrading. Indikator ekonomi rumah tangga memberi konteks yang sejalan dengan tekanan anggaran.
Sementara itu, penurunan fertilitas merupakan sinyal struktural yang relevan bagi pertumbuhan pasar dalam jangka panjang. Namun, data TFR dan angka kelahiran kasar belum cukup untuk menghitung kontribusinya terhadap penurunan penjualan popok pada 2025.
Dengan demikian, data yang tersedia belum dapat menentukan faktor mana yang paling besar kontribusinya secara kuantitatif. Akan tetapi, keduanya tidak perlu diperlakukan sebagai penjelasan yang saling meniadakan. Tekanan belanja dapat mengubah cara keluarga membeli produk saat ini, sementara penurunan kelahiran berpotensi memengaruhi jumlah calon pembeli baru ke depan.
Bagi brand, pertanyaan strategisnya bukan sekadar apakah pasar sedang melemah. Yang lebih penting adalah mengetahui apakah pertumbuhan terhambat karena basis pembeli menyusut, pembeli mengurangi jumlah yang dibeli, atau konsumen mengalihkan belanja ke pilihan dengan nilai per unit lebih rendah. Diagnosis itulah yang menentukan apakah respons perlu berfokus pada perekrutan pembeli, retensi, arsitektur harga, atau perlindungan margin.
Referensi
Badan Pusat Statistik. (2026). SUPAS 2025: Angka kelahiran total (TFR) sebesar 2,13, angka kematian bayi (IMR) sebesar 14,12, dan persentase lansia mencapai 11,97 persen. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/05/05/2645/supas-2025--angka-kelahiran-total--tfr--sebesar-2-13---angka-kematian-bayi--imr--sebesar-14-12--dan-persentase-lansia-mencapai-11-97-persen-.html
Badan Pusat Statistik. (2026). Penduduk dan Indikator Kependudukan Hasil Survei Penduduk Antar Sensus 2025. https://www.bps.go.id/en/publication/2026/06/30/bdc814f38edf0a941f4f9d34/penduduk-dan-indikator-kependudukan-hasil-survei-penduduk-antar-sensus-2025
CNN Indonesia. (2026). BPS sebut laju pertumbuhan penduduk Indonesia melambat. https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260506141902-537-1355749/bps-sebut-laju-pertumbuhan-penduduk-indonesia-melambat
Euromonitor International. (2026). Nappies/Diapers/Pants in Indonesia. https://www.euromonitor.com/nappies-diapers-pants-in-indonesia/report
Euromonitor International. (2026). Nappies/Diapers/Pants in Indonesia [ringkasan laporan]. MarketResearch.com. https://www.marketresearch.com/Euromonitor-International-v746/Nappies-Diapers-Pants-Indonesia-45009187/
Fiansyah, R. (2026). Unicharm Indonesia (UCID) rugi Rp1,2 triliun sepanjang 2025. IDX Channel. https://www.idxchannel.com/market-news/unicharm-indonesia-ucid-rugi-rp12-triliun-sepanjang-2025/all
Snapcart. (2025). Happy Mom, Happy Baby: Part 2. https://snapcart.global/happy-mom-happy-baby-part-2/
Worldpanel by Numerator. (2025). In-home FMCG Monitor Q2 2025. https://market.worldpanelbynumerator.com/id/News/In-home-FMCG-Monitor-Q2-2025
Worldpanel by Numerator. (2025). In-home FMCG Monitor Q3 2025. https://market.worldpanelbynumerator.com/id/News/In-home-FMCG-Monitor-Q3-2025
Worldpanel by Numerator. (2025). From Cradle to Cart: The Future of Growth in Indonesia. https://market.worldpanelbynumerator.com/id/News/Indonesia-Baby-report-2025
Worldpanel by Numerator. (2026). Indonesia FMCG Monitor FY 2025. https://go.numerator.com/Indonesia-FMCG-Monitor-FY-2025.html
Worldpanel by Numerator. (2026). Indonesia FMCG Monitor Q1 2026. https://worldpanelbynumerator.com/insights/indonesia-fmcg-monitor-q1-2026