Data di atas diolah IDN Research Institute. Seluruh wilayah menggunakan harga rata-rata nasional minggu ketiga Oktober 2026.
Berapa Lama Orang Indonesia Harus Bekerja Demi 1 Kg Beras?

- Dengan harga Oktober 2026 dan upah rata-rata per jam 2025 Rp20.030, pekerja Indonesia diperkirakan perlu 44 menit membeli 1 kg beras medium, atau 50 menit untuk premium.
- Waktu kerja berbeda tajam karena kesenjangan upah: sekitar 23 menit di DKI Jakarta, 61 menit di NTB, serta 76 menit dalam simulasi sektor jasa lainnya.
- Beras menjadi pengeluaran makanan terbesar, rata-rata Rp87.104 per kapita per bulan, dan berkontribusi besar pada garis kemiskinan; namun perhitungan belum mencakup seluruh kelompok pekerja.
Seorang pekerja Indonesia dengan upah rata-rata perlu bekerja sekitar 44 menit untuk membeli satu kilogram beras medium pada minggu ketiga Oktober 2026. Untuk beras premium, waktunya sekitar 50 menit.
Angka ini diperoleh dengan membandingkan harga rata-rata nasional beras dengan rata-rata upah per jam pekerja pada 2025 sebesar Rp20.030, berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas).
Namun, 44 menit hanyalah angka rata-rata. Dengan harga beras yang sama, pekerja di DKI Jakarta membutuhkan sekitar 23 menit untuk membeli satu kilogram beras medium, sedangkan pekerja di Nusa Tenggara Barat membutuhkan sekitar 61 menit. Dalam simulasi berdasarkan upah sektoral, waktunya bahkan mencapai sekitar 76 menit di sektor jasa lainnya.
Mengapa harga satu barang bisa mewakili waktu kerja yang begitu berbeda?
Untuk menjawabnya, IDN Research Institute (IDNR) menelusuri harga beras, pendapatan pekerja, kebutuhan konsumsi bulanan, hingga posisi beras dalam garis kemiskinan. Perhitungan ini bukan gambaran lengkap kondisi ekonomi setiap orang, tetapi menawarkan cara lain untuk membaca angka yang sehari-hari kita temui di pasar.
44 Menit untuk Satu Kilogram Beras
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat harga eceran rata-rata beras medium sebesar Rp14.680 per kg dan beras premium Rp16.527 per kg pada minggu ketiga Oktober 2026. Dibandingkan bulan sebelumnya, harga medium naik 0,18% dan premium naik 0,15%, berdasarkan data yang dikutip dalam naskah sumber.
Harga rata-rata nasional tersebut juga berada di atas harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan Badan Pangan Nasional (Bapanas). Berdasarkan Keputusan Kepala Bapanas Nomor 299 Tahun 2025, HET beras medium ditetapkan sebesar Rp13.500 per kg di zona 1, Rp14.000 di zona 2, dan Rp15.500 di zona 3. Untuk beras premium, HET masing-masing zona adalah Rp14.900, Rp15.400, dan Rp15.800 (Kontan, 2025).
Perbandingan dengan HET ini bersifat indikatif karena harga rata-rata nasional menggabungkan harga dari ketiga zona. Sebagai pembanding lain, harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) yang digunakan dalam perhitungan ini adalah Rp12.500 per kg pada 2026 (Kompas.id, 2026). Harga SPHP merupakan harga program, bukan rata-rata harga yang dibayar konsumen di pasar.
Lalu, bagaimana harga tersebut diterjemahkan menjadi waktu kerja?
IDNR membagi harga beras per kilogram dengan upah per jam, kemudian mengalikannya dengan 60 menit. Perhitungan utama menggunakan rata-rata upah per jam pekerja pada 2025 sebesar Rp20.030, berdasarkan data BPS yang dihimpun GoodStats Data (Yonatan, 2026b).
Sumber: BPS via Kumparan (2026); Kompas.id (2026); Yonatan (2026b). Kategori harga
Harga per kg
Menit kerja ekuivalen
SPHP
Rp12.500
37,4
Medium
Rp14.680
44,0
Premium
Rp16.527
49,5
Data di atas diolah IDN Research Institute dengan perhitungan menggunakan upah per jam Rp20.030.
Selisih harga beras premium dan medium sebesar Rp1.847 per kg setara dengan sekitar 5,5 menit kerja. Dengan kata lain, perbedaan harga antarkategori dapat diterjemahkan menjadi perbedaan waktu kerja yang dibutuhkan untuk membeli jumlah beras yang sama.
Angka 44 menit tetap perlu dibaca sebagai estimasi. Harga yang digunakan berasal dari Oktober 2026, sedangkan data upah per jam berasal dari 2025. Jika perhitungan menggunakan rata-rata upah buruh Mei 2026 sebesar Rp3,39 juta per bulan yang dibagi dengan asumsi 173 jam kerja, waktu untuk membeli beras medium menjadi sekitar 44,9 menit. Dengan beberapa skenario upah dan jam kerja, estimasinya berkisar 44–49,9 menit untuk medium dan 49,5–56,2 menit untuk premium.
Dengan demikian, 44 menit bukan ukuran pasti bagi seluruh pekerja. Angka ini merupakan titik awal untuk melihat hubungan antara harga dan pendapatan.
Angka Nasional Bukan Pengalaman Semua Orang
Harga beras medium nasional sebesar Rp14.680 per kg menghasilkan estimasi 44 menit kerja pada upah rata-rata nasional. Namun, ketika harga yang sama dibandingkan dengan upah per jam di setiap wilayah, hasilnya berbeda.
Perbedaan antarwilayah
Sumber: BPS (2025b); Yonatan (2026b); BPS via Kumparan (2026). Wilayah
Upah per jam 2025
Menit kerja untuk beras medium
Menit kerja untuk beras premium
DKI Jakarta
Rp39.019
22,6
25,4
Banten
Rp25.650
34,3
38,7
Jawa Barat
Rp21.630
40,7
45,8
Indonesia
Rp20.030
44,0
49,5
Jawa Timur
Rp16.446
53,6
60,3
Lampung
Rp15.524
56,7
63,9
Jawa Tengah
Rp15.110
58,3
65,6
Nusa Tenggara Barat
Rp14.450
61,0
68,6
Dalam perhitungan ini, pekerja di DKI Jakarta membutuhkan sekitar 22,6 menit untuk membeli satu kilogram beras medium, sementara pekerja di Nusa Tenggara Barat membutuhkan 61 menit. Selisih tersebut berasal dari perbedaan upah per jam karena harga yang digunakan sama.
Tabel di atas tidak menggambarkan keterjangkauan aktual di masing-masing provinsi. Harga beras lokal dan HET dapat berbeda menurut wilayah. Angka tersebut menunjukkan bagaimana perbedaan upah memengaruhi waktu kerja yang dibutuhkan untuk membeli beras pada satu harga acuan.
Perbedaan Antarsektor Pekerjaan
Perbedaan upah juga terlihat antarsektor. BPS mencatat rata-rata upah buruh Februari 2026 terendah di sektor jasa lainnya, sebesar Rp2.002.938 per bulan, dan di sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan, sebesar Rp2.425.085. Sementara itu, rata-rata tertinggi tercatat di sektor jasa keuangan dan asuransi, sebesar Rp5.053.928 (BPS, 2026c).
Karena data upah yang digunakan tidak memuat jam kerja per sektor, tabel berikut merupakan simulasi dengan asumsi 173 jam kerja per bulan.
Sumber: BPS (2026c); BPS via Kumparan (2026). Lapangan usaha
Upah buruh per bulan
Simulasi upah per jam
Menit kerja untuk medium
Menit kerja untuk premium
Jasa lainnya
Rp2.002.938
Rp11.578
76,1
85,6
Pertanian, kehutanan, dan perikanan
Rp2.425.085
Rp14.018
62,8
70,7
Penyediaan akomodasi dan makan minum
Rp2.588.787
Rp14.964
58,9
66,3
Perdagangan
Rp2.850.124
Rp16.475
53,5
60,2
Rata-rata seluruh sektor
Rp3.287.675
Rp19.004
46,3
52,2
Jasa keuangan dan asuransi
Rp5.053.928
Rp29.213
30,2
33,9
Dengan asumsi tersebut, satu kilogram beras medium setara dengan 76,1 menit kerja di sektor jasa lainnya, dibandingkan 30,2 menit di sektor jasa keuangan dan asuransi. Angka ini bukan pengukuran waktu aktual setiap pekerja, melainkan hasil perhitungan berdasarkan tingkat upah yang berbeda.
Pola perbedaan juga terlihat menurut jenis kelamin dan pendidikan. Pada Agustus 2025, rata-rata upah buruh laki-laki sebesar Rp3,59 juta per bulan dan perempuan Rp2,86 juta. Buruh berpendidikan SD ke bawah menerima rata-rata Rp2,19 juta, sedangkan lulusan D4/S1 ke atas menerima Rp4,80 juta (BPS, 2025a).
Dalam simulasi 173 jam kerja per bulan, satu kilogram beras medium setara dengan 42,4 menit kerja bagi buruh laki-laki dan 53,3 menit bagi buruh perempuan. Bagi buruh berpendidikan SD ke bawah, waktunya 69,6 menit, sedangkan bagi lulusan D4/S1 ke atas 31,7 menit. Perhitungan ini menggunakan asumsi jam kerja yang sama untuk seluruh kelompok.
Perbedaan-perbedaan tersebut menunjukkan bahwa rata-rata nasional tidak menggambarkan setiap kelompok pekerja dengan cara yang sama. Akan tetapi, cakupan data juga perlu diperhatikan.
Pada Mei 2026, buruh/karyawan/pegawai mencakup 37,09% pekerja, pekerja bebas nonpertanian 5,53%, dan pekerja bebas pertanian 3,96%. Gabungan ketiganya mencapai 46,58% pekerja (BPS, 2026b). Kelompok pekerja yang berusaha sendiri, pengusaha dengan buruh tidak tetap, serta pekerja keluarga atau tak dibayar tidak dapat dihitung menggunakan metode upah per jam yang sama karena pendapatannya tidak tercatat sebagai upah.
Karena itu, hasil perhitungan ini tidak bisa langsung dianggap mewakili pengalaman ekonomi seluruh pekerja Indonesia. Data yang tersedia memberi gambaran tentang kelompok yang tercakup, sekaligus menunjukkan bagian yang belum terukur dengan metode ini.
Dari Satu Kilogram ke Anggaran Rumah Tangga
Satu kilogram beras memberikan gambaran yang sederhana. Namun, beras dibeli berulang kali dan menjadi bagian dari pengeluaran rutin rumah tangga.
Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2026 menempatkan beras sebagai pos pengeluaran makanan terbesar penduduk Indonesia. Rata-rata pengeluaran beras mencapai Rp87.104 per kapita per bulan, dengan kuantitas konsumsi 6,26 kg. Angka ini berasal dari publikasi BPS Pengeluaran untuk Konsumsi Penduduk Indonesia Maret 2026 yang dirangkum GoodStats (BPS, 2026f; Aqilla, 2026).
Sebagai perbandingan, pengeluaran makanan berikutnya adalah ikan dan udang sebesar Rp53.706, daging ayam Rp27.027, telur Rp21.392, dan minyak kelapa Rp19.255 per kapita per bulan.
Pengeluaran beras sebesar Rp87.104 setara dengan sekitar 5,3% dari rata-rata pengeluaran per kapita nasional pada Maret 2026, yaitu Rp1.657.281 (GoodStats, 2026). Jika diterjemahkan menggunakan upah per jam Rp20.030, pengeluaran beras bulanan tersebut setara dengan sekitar 4,35 jam kerja.
Berapa waktu kerja untuk kebutuhan beras sebulan?
Dengan menggunakan kuantitas konsumsi Susenas sebesar 6,26 kg per kapita per bulan dan harga beras Oktober 2026, biaya beras untuk satu orang selama sebulan diperkirakan berkisar Rp78.250 hingga Rp103.459, bergantung pada kategori harga.
Sumber: BPS via Kumparan (2026); Yonatan (2026b); BPS (2026a) Kategori
Harga per kg
Biaya 6,26 kg per bulan
Jam kerja ekuivalen
Porsi dari upah bulanan Rp3,39 juta
SPHP
Rp12.500
Rp78.250
3,9 jam
2,3%
Medium
Rp14.680
Rp91.897
4,6 jam
2,7%
Premium
Rp16.527
Rp103.459
5,2 jam
3,1%
Data diolah IDN Research Institute. Simulasi mengasumsikan kuantitas konsumsi Maret 2026 tetap hingga Oktober 2026 dan seluruh beras dibeli pada satu kategori harga.
Pada harga medium, kebutuhan beras satu orang selama sebulan mencapai sekitar Rp91.897, setara dengan 4,6 jam kerja berdasarkan upah per jam Rp20.030. Perhitungan ini menggabungkan kuantitas konsumsi Maret 2026 dengan harga Oktober 2026, sehingga merupakan simulasi, bukan pengeluaran aktual yang tercatat pada satu periode survei.
Untuk melihat skala rumah tangga, BPS mencatat rata-rata ukuran rumah tangga miskin sebesar 4,62 orang pada Maret 2026 (BPS, 2026b). Jika setiap anggota mengonsumsi 6,26 kg beras per bulan, kebutuhan rumah tangga tersebut mencapai sekitar 28,9 kg.
Dengan harga medium Rp14.680 per kg, biaya berasnya diperkirakan Rp424.563 per bulan. Nilai tersebut setara dengan 21,2 jam kerja atau 12,5% dari upah rata-rata buruh Rp3,39 juta. Biaya beras SPHP diperkirakan Rp361.515, sedangkan beras premium Rp477.981.
Perhitungan rumah tangga ini juga merupakan simulasi. Kuantitas konsumsi yang digunakan adalah rata-rata seluruh penduduk, sedangkan ukuran rumah tangga merujuk pada rumah tangga miskin. Pola konsumsi rumah tangga miskin dapat berbeda dari rata-rata nasional.
Posisi beras dalam garis kemiskinan
Konteks lain terlihat dari garis kemiskinan (GK). BPS menetapkan garis kemiskinan Maret 2026 sebesar Rp669.235 per kapita per bulan. Sebanyak 74,70% dari nilai tersebut, atau Rp499.886, berasal dari garis kemiskinan makanan (GKM) (BPS, 2026b; BPS, 2026d; BPS, 2026e). Pada periode yang sama, jumlah penduduk miskin tercatat 22,93 juta orang atau 8,07% dari total penduduk.
Beras merupakan komoditas dengan kontribusi terbesar terhadap garis kemiskinan. Pada Maret 2026, kontribusinya mencapai 20,52% di perkotaan dan 24,60% di perdesaan, menurut data yang dikutip Kompas (2026) dan KabarBursa (2026).
Jika persentase tersebut dikalikan dengan garis kemiskinan masing-masing wilayah, nilai komponen beras diperkirakan sekitar Rp142.184 per kapita per bulan di perkotaan dan Rp156.252 di perdesaan. Pada upah Rp20.030 per jam, nilai tersebut setara dengan sekitar 7,1 jam kerja di perkotaan dan 7,8 jam di perdesaan. Perhitungan ini merupakan pendekatan IDNR berdasarkan persentase kontribusi BPS.
Komponen beras dalam garis kemiskinan berbeda konsep dari pengeluaran beras rata-rata Rp87.104 per kapita per bulan. Garis kemiskinan merupakan patokan kebutuhan minimum yang disusun berdasarkan pola konsumsi penduduk referensi, sedangkan Rp87.104 merupakan rata-rata pengeluaran aktual seluruh penduduk. Kedua angka tidak dapat dibandingkan langsung, dan komponen beras dalam garis kemiskinan juga bukan pengeluaran aktual rumah tangga miskin.
Besarnya kontribusi beras berarti perubahan harga beras dapat ikut memengaruhi nilai garis kemiskinan. Namun, garis kemiskinan juga mencakup komoditas lain, termasuk telur, daging ayam, perumahan, dan bensin. Karena itu, data tersebut tidak menunjukkan harga beras sebagai satu-satunya penyebab kemiskinan.
Apa yang Tidak Terlihat dari Angka Rata-Rata?
Perbandingan dengan Malaysia memberikan perspektif tambahan. Pada 11–17 Agustus 2026, harga rata-rata nasional beras impor kualitas Super di Malaysia tercatat RM36,44 per karung 10 kg. Angka tersebut setara dengan sekitar Rp15.983 per kg, menggunakan kurs RM1 = Rp4.386 pada 6 Oktober 2026 (Check Price Malaysia, 2026; Business Today, 2026).
Dalam rupiah, harga tersebut sekitar 3% lebih rendah daripada harga beras premium Indonesia dan sekitar 9% lebih tinggi daripada harga beras medium. Beras Super yang dipantau memiliki butir patah 5%, sehingga pembanding terdekatnya adalah beras premium Indonesia. Perbandingan ini belum mencakup beras lokal bersubsidi Malaysia yang harganya diatur pemerintah.
Di sisi pendapatan, Department of Statistics Malaysia (DOSM) mencatat rata-rata gaji dan upah bulanan warga negara Malaysia yang bekerja penuh waktu sebesar RM3.803 pada 2025, dengan median RM2.940 (DOSM, 2026; Lau, 2026). Nilai rata-rata tersebut setara sekitar Rp16,68 juta, sedangkan median setara sekitar Rp12,89 juta. Sementara itu, rata-rata upah buruh Indonesia pada Mei 2026 sebesar Rp3,39 juta.
Check Price Malaysia (2026); DOSM (2026); Business Today (2026) Indikator
Malaysia
Indonesia
Harga beras
Rp15.983/kg, impor Super, Agustus 2026
Rp14.680/kg medium atau Rp16.527/kg premium, Oktober 2026
Rata-rata upah bulanan
RM3.803 atau sekitar Rp16,68 juta pada 2025
Rp3,39 juta pada Mei 2026
Simulasi upah per jam, dibagi 173 jam
Sekitar Rp96.416
Rp19.595
Menit kerja untuk 1 kg
9,9 menit
44,9 menit untuk medium atau 50,6 menit untuk premium
Harga 10 kg terhadap upah bulanan
1,0%
4,3% untuk medium atau 4,9% untuk premium
Olahan data di atas berdasarkan upah per jam merupakan simulasi dengan asumsi 173 jam kerja per bulan.
Dengan simulasi tersebut, pekerja Malaysia dengan upah rata-rata membutuhkan sekitar 9,9 menit kerja untuk membeli satu kilogram beras Super. Di Indonesia, waktunya sekitar 44,9 menit untuk beras medium atau 50,6 menit untuk premium.
Perbandingan ini bersifat indikatif karena periode data, kategori beras, dan cakupan statistik upah kedua negara tidak sepenuhnya sama. Meski demikian, hasilnya memperlihatkan bahwa harga yang berada pada kisaran serupa dalam rupiah tidak selalu menghasilkan waktu kerja yang serupa ketika dibandingkan dengan tingkat upah.
Di sinilah angka rata-rata perlu dibaca bersama konteksnya. Harga beras memberi satu informasi, sedangkan pendapatan membantu menjelaskan bagaimana harga tersebut berhubungan dengan sumber daya ekonomi yang dimiliki pekerja.
Harga Beras Sama, Waktu Kerja Bisa Dua Kali Lipat
Satu kilogram beras medium dihargai rata-rata Rp14.680 pada minggu ketiga Oktober 2026. Dengan menggunakan rata-rata upah per jam pekerja pada 2025, harga tersebut setara dengan sekitar 44 menit kerja. Dalam uji sensitivitas dengan asumsi upah berbeda, hasilnya berada pada kisaran 44–50 menit.
Namun, angka nasional itu tidak mewakili pengalaman setiap pekerja. Dengan harga acuan yang sama, waktu kerja untuk membeli satu kilogram beras medium berkisar dari sekitar 23 menit di DKI Jakarta hingga 61 menit di Nusa Tenggara Barat. Dalam simulasi berdasarkan upah sektoral, waktunya mencapai sekitar 76 menit di sektor jasa lainnya.
Perhitungan ini memiliki batas. Harga yang digunakan merupakan rata-rata nasional, sementara data upah berasal dari periode yang berbeda. Sejumlah kelompok pekerja juga belum dapat dihitung dengan metode yang sama karena pendapatannya tidak tercatat sebagai upah. Karena itu, hasilnya merupakan satu cara membaca hubungan antara harga dan pendapatan, bukan gambaran lengkap pengalaman ekonomi seluruh penduduk.
Namun, perhitungan ini memperlihatkan manfaat menerjemahkan angka ekonomi ke dalam konteks yang lebih mudah dibayangkan. Harga memberi tahu berapa rupiah yang harus dibayar. Waktu kerja membantu memperlihatkan berapa lama seseorang perlu bekerja untuk memperoleh uang sebesar itu.
Dua orang bisa menghadapi harga beras yang sama, tetapi harus mengalokasikan waktu kerja yang berbeda untuk membelinya. Daya beli, dengan demikian, bukan hanya soal berapa banyak uang yang diterima, melainkan juga bagaimana pendapatan tersebut berhubungan dengan kebutuhan yang harus dipenuhi.
Memahami pasar membutuhkan lebih dari sekadar membaca harga dan rata-rata pendapatan. Kita perlu melihat hubungan di antara angka-angka tersebut untuk memahami kondisi ekonomi yang melatarbelakangi pengalaman masyarakat.
Sebab, mengetahui harga suatu barang memberi tahu kita berapa yang harus dibayar. Mengetahui berapa lama seseorang harus bekerja untuk membelinya memberi perspektif berbeda tentang apa yang harus ia korbankan untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Tiga data dapat mempertajam perhitungan ini: upah per jam 2026, harga beras per provinsi pada periode yang sama, serta pendapatan pekerja yang berusaha sendiri. Tanpa data pendapatan kelompok terakhir, lebih dari separuh pekerja Indonesia belum tergambar dalam perhitungan waktu kerja untuk membeli satu kilogram beras.
Referensi
Aqilla, A. (2026, 19 Oktober). Belanja beras jadi pengeluaran terbanyak nasional 2026, berikut daftarnya. GoodStats. https://goodstats.id/article/belanja-beras-jadi-pengeluaran-terbanyak-nasional-2026-berikut-daftarnya-cY3EK
Badan Pusat Statistik. (2025a, 5 November). Keadaan ketenagakerjaan Indonesia Agustus 2025 [Berita resmi statistik]. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/11/05/2479/keadaan-ketenagakerjaan-.html
Badan Pusat Statistik. (2025b). Upah rata-rata per jam pekerja menurut provinsi [Tabel statistik]. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTE3MiMy/upah-rata---rata-per-jam-pekerja-menurut-provinsi.html
Badan Pusat Statistik. (2026a, 5 Agustus). Tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,65 persen, rata-rata upah buruh sebesar 3,39 juta rupiah [Berita resmi statistik]. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/08/05/2606/tingkat-pengangguran-terbuka-tpt-sebesar-4-65-persen-rata-rata-upah-buruh-sebesar-3-39-juta-rupiah.html
Badan Pusat Statistik. (2026b, 5 Agustus). Materi berita resmi statistik: Keadaan ketenagakerjaan Mei 2026 dan profil kemiskinan Maret 2026 [Bahan paparan]. Berkas PDF diterima redaksi.
Badan Pusat Statistik. (2026c). Rata-rata upah/gaji 2026 [Tabel statistik]. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/MTUyMSMy/average-
Badan Pusat Statistik. (2026d). Garis kemiskinan makanan [Tabel statistik]. https://www.bps.go.id/id/statistics-table/2/NTA1IzI=/garis-
Badan Pusat Statistik. (2026e, 11 September). Garis kemiskinan nasional dan internasional. https://www.bps.go.id/id/news/2026/09/11/940/garis-kemiskinan-nasional-dan-internasional.html
Badan Pusat Statistik. (2026f, 5 Oktober). Pengeluaran untuk konsumsi penduduk Indonesia Maret 2026 [Publikasi]. https://www.bps.go.id/id/publication/2026/10/05/4e167126f0dc9e67c8e602b2/pengeluaran-untuk-konsumsi-penduduk-indonesia-maret-2026.html
Business Today. (2026, 6 Oktober). Foreign exchange rates Oct 6, 2026. https://www.businesstoday.com.my/2026/10/06/foreign-exchange-rates-oct-6-2026/
Check Price Malaysia. (2026). Rice price Malaysia 2026: RM36.44 per 10kg national average. Data PriceCatcher KPDN, 11–17 Agustus 2026. https://checkpricemalaysia.com/groceries/rice-price-malaysia/
Department of Statistics Malaysia. (2026, 21 September). Salaries & wages survey report 2025. https://www.dosm.gov.my/portal-main/release-content/salaries-and-wages-survey-report-
GoodStats. (2026). 10 provinsi dengan pengeluaran per kapita tertinggi 2026, DKI Jakarta di puncak. https://goodstats.id/article/10-provinsi-dengan-pengeluaran-per-kapita-tertinggi-2026-dki-jakarta-di-puncak-wNyvw
KabarBursa. (2026, 5 Agustus). BPS klaim penduduk miskin RI turun per Maret 2026, kini jadi 22,93 juta orang. https://www.kabarbursa.com/makro/bps-klaim-penduduk-miskin-ri-turun-per-maret-2026-kini-jadi-2293-juta-orang
Kementerian Pertanian. (2026). Buletin konsumsi pangan (Vol. 17, No. 1). Dokumen primer belum diperoleh redaksi; angka dibaca dari salinan sekunder.
Kompas. (2026, 5 Agustus). BPS: Beras dan rokok masih jadi penyumbang terbesar kemiskinan. Kompas.com. https://money.kompas.com/read/2026/08/05/194835026/bps-beras-dan-rokok-masih-jadi-penyumbang-terbesar-kemiskinan?page=all
Kompas.id. (2026, Januari). Kebijakan beras medium SPHP satu harga nasional berlaku tahun ini. https://www.kompas.id/artikel/en-kebijakan-beras-medium-sphp-satu-harga-nasional-berlaku-tahun-ini
Kontan. (2025, Agustus). Bapanas tetapkan HET beras medium dan premium. https://industri.kontan.co.id/news/bapanas-tetapkan-het-beras-medium-dan-premium
Lau, E. (2026, 22 September). Median salary climbs 5.3% to RM2,940 in 2025. RinggitPlus. https://ringgitplus.com/en/blog/education-career/median-salary-climbs-5-3-to-rm2940-in-2025.html
RRI. (2026, Mei). BPS: Harga beras premium dan medium naik tipis. https://rri.co.id/nasional/2446381/bps-harga-beras-premium-dan-medium-naik-tipis
Yonatan, A. Z. (2026a, 10 Juli). 52% pekerja Indonesia digaji di bawah UMP pada 2026. GoodStats Data. https://data.goodstats.id/statistic/52-pekerja-indonesia-digaji-di-bawah-ump-pada-2026-V2hoX
Yonatan, A. Z. (2026b, 27 September). Perkembangan rata-rata upah per jam di Indonesia 2020–2025. GoodStats Data. https://data.goodstats.id/statistic/perkembangan-rata-rata-upah-per-jam-di-indonesia-2020-2025-SFRgK


























