Ketika daya beli melemah, pertanyaan yang muncul di ruang rapat brand biasanya sama: apakah konsumen berhenti belanja?
Data penjualan eceran Bank Indonesia sepanjang 2026 menunjukkan pertanyaan yang lebih penting. Penjualan retail sempat masuk zona kontraksi selama tiga bulan sebelum kembali positif pada Juli, tetapi pemulihannya tidak merata antar-kategori.
Artinya, persoalannya bukan semata-mata apakah konsumen masih mengeluarkan uang. Persoalannya adalah uang tersebut masih dianggap layak dibelanjakan untuk apa.
Bagi marketer, pergeseran ini penting. Ketika ruang budget menyempit, konsumen tidak memangkas seluruh pengeluaran secara proporsional. Mereka mengatur ulang prioritas: sebagian pembelian ditunda, sebagian dipertahankan dalam nominal lebih kecil, sementara pengeluaran yang dianggap fungsional tetap mendapat tempat.
