Di antara berbagai alasan dalam survei KIC, ada satu angka yang menarik perhatian: 14% responden mengatakan side hustle membantu mereka mengurangi stres.
Sekilas, temuan ini terdengar kontradiktif. Pekerjaan tambahan biasanya identik dengan beban tambahan. Namun, kerangka psikologis tertentu dapat membantu menjelaskan fenomena ini.
Dalam literatur kesehatan mental, istilah peniaphobia digunakan untuk menggambarkan kecemasan finansial yang intens dan terus-menerus. Ketakutan terhadap kemiskinan ini tidak selalu sebanding dengan kondisi keuangan aktual seseorang. Istilah tersebut berasal dari bahasa Yunani, yaitu penia yang berarti kemiskinan dan phobos yang berarti ketakutan. Meski belum tercantum secara formal dalam Diagnostic and Statistical Manual (DSM) maupun International Classification of Diseases (ICD), para psikolog mengakui bahwa pengalaman di baliknya nyata.
Menurut platform kesehatan mental Amaha, peniaphobia sering kali tidak berakar pada kondisi finansial yang buruk, melainkan pada keyakinan bahwa kegagalan finansial sama dengan kegagalan pribadi. Mereka yang telah bekerja keras membangun stabilitas setelah titik awal yang sulit justru kerap lebih rentan terhadap rasa ini karena takut tergelincir kembali.
Berbagai laporan juga menunjukkan bahwa psikolog melihat fenomena ini menguat di kalangan anak muda yang tumbuh melewati krisis finansial global 2008 dan pandemi Covid-19. Kedua peristiwa tersebut memperlihatkan secara langsung bahwa stabilitas dapat hilang dalam waktu singkat.
Dalam konteks ini, side hustle memiliki fungsi psikologis yang berbeda dari fungsi ekonominya. Ketika seluruh penghasilan hanya bergantung pada satu sumber, setiap tanda ketidakstabilan di pekerjaan utama dapat terasa mengancam keseluruhan hidup. PHK massal di perusahaan lain, kabar perampingan, atau evaluasi kinerja yang buruk bisa langsung memicu kecemasan. Sebaliknya, memiliki sumber penghasilan kedua mengubah kalkulasi tersebut. Ketika satu sumber goyah, situasinya tidak otomatis berubah menjadi krisis total.
Karena itu, temuan KIC menjadi masuk akal. Sebanyak 14% responden bukan sekadar mencari lebih banyak uang untuk lebih banyak konsumsi. Mereka sedang mencari rasa aman.