Data 2026 belum membuktikan bahwa seluruh konsumen menjadi lebih terencana atau bahwa volume FMCG secara agregat turun. Namun, data ini cukup untuk menetapkan empat prioritas keputusan bagi brand yang menyiapkan strategi Ramadan 2027.
1. Jadikan pertumbuhan unit sebagai pasangan wajib pertumbuhan nilai. Jangan menilai kekuatan permintaan dari omzet saja. Pisahkan kontribusi harga, bauran produk, dan unit terjual untuk mengetahui apakah pertumbuhan datang dari kenaikan harga, pergeseran ke SKU bernilai lebih tinggi, atau pembelian yang benar-benar bertambah.
2. Pertajam arsitektur harga dan kemasan berdasarkan ruang anggaran. Kenaikan pangsa pangan paling besar pada kuintil 2 dan 3 menunjukkan bahwa ruang belanja kategori lain makin diperebutkan pada kelompok ini. Brand perlu menilai apakah titik harga masuk dan pilihan ukuran kemasan sesuai dengan batas pengeluaran konsumen, sambil mengukur konsekuensinya terhadap harga per unit dan margin.
3. Petakan persaingan berdasarkan momen konsumsi, bukan label kategori semata. Data makanan dan minuman jadi menyatukan produk kemasan dengan makanan siap santap. Brand pangan perlu mengidentifikasi kapan konsumen membeli produk kemasan, kapan memilih makanan siap santap, serta kanal mana yang mengambil bagian terbesar dari anggaran makan. Tanpa pemisahan tersebut, pertumbuhan kategori agregat mudah disalahartikan sebagai peluang yang merata untuk semua pemain.
4. Nilai promosi Ramadan dari pembelian inkremental. Pencarian paket bernilai dalam survei konsumen tidak otomatis membuktikan bundling menghasilkan pertumbuhan tambahan. Evaluasi promosi harus memisahkan unit tambahan, pembelian yang hanya dimajukan waktunya, perpindahan dari produk sendiri, dan pembelian ulang setelah promosi selesai.
Pertanyaan keputusan: Berapa bagian pertumbuhan brand tahun ini yang berasal dari harga dan bauran, dan berapa yang berasal dari unit yang benar-benar dibeli konsumen?
Sinyal utama hingga awal 2027: inflasi pangan dan perubahan pangsa pengeluaran pangan kuintil 2 dan 3 pada Susenas Maret 2027. Bagi brand FMCG, keduanya akan membantu membaca seberapa ketat anggaran rumah tangga diperebutkan sebelum musim belanja Ramadan berikutnya.
Referensi
Badan Pusat Statistik. (2026a). Pengeluaran untuk konsumsi penduduk Indonesia Maret 2026. Diakses 29 Oktober 2026, dari https://www.bps.go.id/id/publication/2026/10/05/4e167126f0dc9e67c8e602b2/pengeluaran-untuk-konsumsi-penduduk-indonesia-maret-2026.html
Badan Pusat Statistik. (2026b). Ringkasan eksekutif pengeluaran dan konsumsi penduduk Indonesia Maret 2026 (Vol. 19, No. 2). Diakses 29 Oktober 2026, dari https://www.bps.go.id/id/publication/2026/10/05/836ea8d96b2b79d62b88c066/ringkasan-eksekutif-pengeluaran-dan-konsumsi-penduduk-indonesia-maret-2026.html
Badan Pusat Statistik. (2026c, 1 April). Inflasi year-on-year (y-on-y) pada Maret 2026 sebesar 3,48 persen. Diakses 29 Oktober 2026, dari https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/04/01/2564/perkembangan-indeks-harga-konsumen.html
Badan Pusat Statistik. (2025, 5 Mei). Tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,76 persen. Rata-rata upah buruh sebesar 3,09 juta rupiah. Diakses 29 Oktober 2026, dari https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2025/05/05/2432/labour-situation.html
Badan Pusat Statistik. (2026d, 5 Mei). Tingkat pengangguran terbuka (TPT) sebesar 4,68 persen. Rata-rata upah buruh sebesar 3,29 juta rupiah. Diakses 29 Oktober 2026, dari https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/05/05/2574/tingkat-pengangguran-terbuka--tpt--sebesar-4-68-persen--rata-rata-upah-buruh-sebesar-3-29-juta-rupiah-.html
Bank Indonesia. (2025, 15 April). Analisis inflasi Maret 2025. Diakses 29 Oktober 2026, dari https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Pages/Analisis-Inflasi-TPIP-Maret-2025.aspx
Hariyanto. (2026, 9 Oktober). Keyakinan konsumen RI turun tipis ke 118,1 pada September 2026, belanja justru meningkat. Industry.co.id. Diakses 29 Oktober 2026, dari https://www.industry.co.id/read/157190/keyakinan-konsumen-ri-turun-tipis-ke-1181-pada-september-2026-belanja-justru-meningkat
IDN Research Institute. (2026, 26 Oktober). 77,2% pendapatan untuk konsumsi: Tantangan brand menarik kelas bawah. Diakses 29 Oktober 2026, dari https://www.idnresearchinstitute.com/economy/77-2-pendapatan-untuk-konsumsi-tantangan-brand-menarik-kelas-bawah-00-314l1-zf550x
Bank Indonesia. (2026d, 14 April). Analisis inflasi Maret 2026. Diakses 29 Oktober 2026, dari https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Pages/Analisis-Inflasi-TPIP-Maret-2026.aspx
Bank Indonesia. (2026a, 15 Oktober). Analisis inflasi September 2026. Diakses 29 Oktober 2026, dari https://www.bi.go.id/id/publikasi/laporan/Pages/Analisis-Inflasi-TPIP-September-2026.aspx
Bank Indonesia. (2026b, 9 September). Survei Konsumen Agustus 2026: Keyakinan konsumen meningkat [Siaran pers No. 28/183/DKom]. Diakses 29 Oktober 2026, dari https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2818326.aspx
Bank Indonesia. (2026c, 8 Oktober). Survei Konsumen September 2026: Keyakinan konsumen tetap terjaga [Siaran pers No. 28/216/DKom]. Diakses 29 Oktober 2026, dari https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_2821626.aspx
Carmona, A. (2026, 5 Maret). Indonesian consumers spend more intentionally during Ramadan 2026, prioritising trust and value: Report. Marketech APAC. Diakses 29 Oktober 2026, dari https://marketech-apac.com/indonesian-consumers-spend-more-intentionally-during-ramadan-2026-prioritising-trust-and-value-report/
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh. (2025, 30 Maret). Pemerintah tetapkan 1 Syawal 1446 H jatuh pada 31 Maret 2025. Diakses 29 Oktober 2026, dari https://aceh.kemenag.go.id/baca/pemerintah-tetapkan-1-syawal-1446-h-jatuh-pada-31-maret-2025
Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah. (2026, 20 Maret). Pemerintah tetapkan 1 Syawal 1447 H bertepatan 21 Maret 2026. Diakses 29 Oktober 2026, dari https://jateng.kemenag.go.id/pemerintah-tetapkan-1-syawal-1447-h-bertepatan-21-maret-2026/
PwC Indonesia. (2026, 3 September). Masyarakat Indonesia semakin mengandalkan teknologi, sumber terpercaya dan komunitas dalam menjalani gaya hidup yang lebih sehat, menurut survei PwC [Siaran pers]. Diakses 29 Oktober 2026, dari https://www.pwc.com/id/en/media-centre/press-release/2026/indonesian/voice-of-the-consumer-survey-2026.html