Kelompok usia 19–34 tahun menyumbang hampir setengah dari seluruh kredit macet pinjaman online atau pinjol di Indonesia. Data Statistik Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI) OJK per Desember 2025 menunjukkan, porsi kredit macet dari kelompok usia ini mencapai 48 persen.
Sekilas, angka ini bisa langsung dibaca sebagai tanda bahwa anak muda adalah kelompok paling rentan dalam urusan pinjol. Namun, kalau datanya dilihat lebih dalam, ceritanya ternyata tidak sesederhana itu. Ada kelompok lain yang justru perlu juga untuk diperhatikan jika dilihat dari sudut yang berbeda.
Kelompok usia 19–34 tahun memang menyumbang hampir setengah kredit macet. Namun, di saat yang sama, mereka juga memegang sekitar separuh dari total outstanding pinjol nasional. Artinya, angka kredit macet mereka sebenarnya cukup proporsional dengan besarnya pinjaman yang mereka pegang.
Masalah yang lebih besar justru ada di gambaran keseluruhan industri pinjol. Sepanjang 2025, total pinjaman aktif tumbuh 14,5 persen. Namun, kredit macet tumbuh jauh lebih cepat, yaitu 43,1 persen. Dengan kata lain, kualitas pinjaman memburuk lebih cepat daripada pertumbuhan pasarnya.
