Mengutip data IDN Research Institute, Gen Z adalah kelompok generasi terbesar di Indonesia, mencakup hampir 28 persen dari total 281 juta penduduk. Cara mereka membangun identitas punya konsekuensi langsung.
Untuk brand: pendekatan yang menempatkan "nilai global" dan "nilai lokal" sebagai dua pilihan yang berbeda sudah ketinggalan zaman. Gen Z tidak merasakan ketegangan itu. Mereka melihat dunia sebagai satu ekosistem di mana semua lapisan identitas bisa hadir bersamaan.
Untuk pembuat kebijakan: tingginya tingkat religiusitas dan orientasi kolektif bukan hambatan modernisasi. Keduanya justru bisa menjadi fondasi yang kuat untuk program pemberdayaan anak muda, selama programnya benar-benar merespons kebutuhan nyata mereka, bukan asumsi tentang siapa mereka.
Gen Z Indonesia tidak sedang bingung antara dua dunia. Mereka sudah memutuskan bahwa tidak perlu memilih.
Sumber:
Tingkat religiusitas dari Jamilah et al. (2024), Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 21 No. 2, menggunakan Centrality of Religious Scale (CRS) dan regresi EViews. Data media sosial dari YouGov Indonesia Media Consumption Report 2025, n = 1.000+ responden, April–Mei 2025. Data isu sosial dari survei Jakpat 2024. Data preferensi produk dari GlobalData 2024. Data pertumbuhan ekonomi dari BPS, Q1 2025. Data demografi dari IDN Research Institute.