Data 2026 memperlihatkan dua cerita yang berjalan berdampingan. Di satu sisi, makin banyak orang bekerja dengan menanggung risiko usahanya sendiri, dan kategori seperti makan minum terus menarik pemain baru. Di sisi lain, permintaan agregat tetap tumbuh, bahkan cukup kencang di beberapa sektor. Kedua cerita itu tidak saling membatalkan. Keduanya bertemu pada satu pertanyaan yang belum bisa dijawab tuntas oleh statistik yang tersedia hari ini: bagaimana pertumbuhan permintaan itu terbagi di antara pemain yang jumlahnya terus bertambah.
Untuk brand, pertanyaan ini mengubah cara membaca pasar. Ramainya sebuah kategori bisa menjadi tanda peluang, dan bisa pula menjadi tanda bahwa peluang itu sedang dibagi ke terlalu banyak tangan. Untuk pembuat kebijakan, pertanyaan ini menggeser ukuran keberhasilan dari berapa banyak orang yang membuka usaha ke berapa banyak usaha yang tumbuh, bertahan, dan mampu menghidupi lebih dari pemiliknya.
Pada akhirnya, ekonomi tidak otomatis menjadi lebih produktif hanya karena semakin banyak orang memiliki usaha. Ia menjadi lebih produktif ketika usaha-usaha itu menemukan pembeli, menciptakan nilai tambah, dan punya ruang untuk naik kelas. Maka setiap kali kita mendorong seseorang menjadi penjual, ada pertanyaan kedua yang layak ikut diajukan: di mana pembelinya?
Referensi
Antara. (2026a, 5 Mei). BPS sebut jumlah pengangguran turun jadi 7,24 juta orang. Diakses 28 September 2026, dari https://www.antaranews.com/berita/5554353/bps-sebut-jumlah-pengangguran-turun-jadi-724-juta-orang
Antara. (2026b, 5 Agustus). BPS: Jumlah pekerja informal alami penurunan tipis per Mei 2026. Diakses 28 September 2026, dari https://www.antaranews.com/berita/5680643/bps-jumlah-pekerja-informal-alami-penurunan-tipis-per-mei-2026
Antara. (2026c, 10 September). BI prakirakan kinerja penjualan eceran pada Agustus 2026 tetap tumbuh. Diakses 28 September 2026, dari https://www.antaranews.com/berita/5734725/bi-prakirakan-kinerja-penjualan-eceran-pada-agustus-2026-tetap-tumbuh
Asatunews. (2026, 6 Mei). BPS catat pekerja informal Indonesia dominasi lapangan kerja 2026. Diakses 28 September 2026, dari https://www.asatunews.co.id/pekerja-informal-indonesia-mendominasi-2026
Badan Pusat Statistik. (2024). Statistik penyediaan makanan dan minuman 2023. BPS. Diakses 28 September 2026, dari https://www.bps.go.id/en/publication/2024/12/23/f2c7743c4712aaeaa4abf694/statistik-penyediaan-makanan-dan-minuman-2023.html
Badan Pusat Statistik. (2025). Statistik penyediaan makanan minuman 2024. BPS. Diakses 28 September 2026, dari https://www.bps.go.id/id/publication/2025/12/31/e46a55af756331ede8016b91/statisti
Badan Pusat Statistik. (2026, 6 Mei). Ekonomi Indonesia resilien dan tumbuh solid pada triwulan 1-2026. Diakses 28 September 2026, dari https://www.bps.go.id/en/news/2026/05/06/910/ekonomi-indonesia-resilien-dan-tumbuh-solid--pada-triwulan-1-2026.html
Bank Indonesia. (2026, Mei). Ekonomi Indonesia triwulan I 2026 tumbuh 5,61%. Diakses 28 September 2026, dari https://www.bi.go.id/id/publikasi/ruang-media/news-release/Pages/sp_289426.aspx
CNBC Indonesia. (2026, 10 September). BI: Penjualan eceran Juli 2026 tumbuh 1,1%. Diakses 28 September 2026, dari https://www.cnbcindonesia.com/news/20260910104949-4-766833/bi-penjualan-eceran-juli-2026-tumbuh-11
CNN Indonesia. (2025, 12 Maret). 311 pemberi waralaba beroperasi di RI, cetak omzet Rp143,25 T. Diakses 28 September 2026, dari https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20250312193727-92-1208137/311-pemberi-waralaba-beroperasi-di-ri-cetak-omzet-rp14325-t
CNN Indonesia. (2026a, 5 Mei). Pekerja informal di RI capai 87 juta orang, mayoritas wirausaha. Diakses 28 September 2026, dari https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260505185105-92-1355431/pekerja-informal-di-ri-capai-87-juta-orang-mayoritas-wirausaha
CNN Indonesia. (2026b, 6 Mei). BPS: Penyerapan tenaga kerja capai 147,67 juta, pengangguran turun. Diakses 28 September 2026, dari https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20260506134950-537-1355723/bps-penyerapan-tenaga-kerja-capai-14767-juta-pengangguran-turun
Databoks. (2024, 24 Desember). Jumlah usaha makanan dan minuman di provinsi Indonesia 2023. Katadata. Diakses 28 September 2026, dari https://databoks.katadata.co.id/produk-konsumen/statistik/676a37fe6df35/jumlah-usaha-makanan-dan-minuman-di-provinsi-indonesia-2023
Fortune Indonesia. (2026, 6 Agustus). Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29 persen, apa penopang utamanya? Diakses 28 September 2026, dari https://www.fortuneidn.com/news/ekonomi-indonesia-tumbuh-5-29-persen-d7w02-00-lflgw-xwsjq7
GoodStats. (2026, 29 Maret). Simak 7 sektor bisnis paling diminati di Indonesia 2026. Diakses 28 September 2026, dari https://data.goodstats.id/statistic/simak-7-sektor-bisnis-paling-diminati-di-indonesia-2026-UYMWb
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian [Kemenko Perekonomian]. (2026, 5 Agustus). Ekonomi Indonesia tumbuh 5,29% pada triwulan II-2026, semester I catat pertumbuhan tertinggi dalam 5 tahun. Diakses 28 September 2026, dari https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/7044/ekonomi-indonesia-tumbuh-529-pada-triwulan-ii-2026-semester-i-catat-pertumbuhan-tertinggi-dalam-5-tahun
Kementerian Perdagangan [Kemendag]. (2024, 19 Agustus). Pemerintah berikan perlindungan waralaba lokal dari serbuan waralaba asing. Diakses 28 September 2026, dari https://www.kemendag.go.id/berita/pojok-media/pemerintah-berikan-perlindungan-waralaba-lokal-dari-serbuan-waralaba-asing
Kementerian Perdagangan [Kemendag]. (2026, 17 April). Wamendag Roro: Waralaba jadi akselerator pengembangan UMKM. Diakses 28 September 2026, dari https://www.kemendag.go.id/berita/siaran-pers/wamendag-roro-waralaba-jadi-akselerator-pengembangan-umkm
Kompas.com. (2026, 5 Agustus). BPS: Pertumbuhan ekonomi Indonesia 5,29 persen pada kuartal II 2026. Diakses 28 September 2026, dari https://money.kompas.com/read/2026/08/05/114132726/bps-pertumbuhan-ekonomi-indonesia-529-persen-pada-kuartal-ii-2026
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. (2026, 10 Juli). Pakar UMY soroti dampak Republik Tepung bagi kesehatan. Diakses 28 September 2026, dari https://www.umy.ac.id/republik-tepung/