Baca artikel IDN Research Institute lainnya di IDN App
Install

Spotify Chart Jakarta & Yogyakarta: Selera Kota Berbeda dari Chart

Spotify Chart Jakarta & Yogyakarta: Selera Kota Berbeda dari Chart
Ilustrasi mendengarkan musik (magnific.com/freepik)
  • Selama 2 Juli–13 Agustus 2026, City Charts Jakarta dan Yogyakarta sangat mirip: 10 dari 13 lagu unik Jakarta juga masuk sepuluh besar Yogyakarta.
  • Local Pulse kedua kota justru tidak memiliki irisan lagu: 20 lagu unik Jakarta dan 16 lagu Yogyakarta berbeda total, karena panel ini mengukur kekhasan popularitas relatif.
  • Genre Local Pulse juga berbeda: Jakarta lebih beragam dengan hipdut hingga electronic, sedangkan Yogyakarta didominasi dangdut koplo/hipdut Jawa serta rock, punk, dan pop punk independen.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Selama tujuh minggu, dari 2 Juli hingga 13 Agustus 2026, Jakarta dan Yogyakarta sama-sama menunjukkan daftar lagu yang relatif stabil di chart utama Spotify. Sepuluh dari 13 lagu unik yang masuk sepuluh besar Jakarta juga muncul di sepuluh besar Yogyakarta pada periode yang sama. Namun begitu masuk ke Local Pulse, panel yang mengukur kekhasan relatif tiap kota, hasilnya berbeda jauh: 20 lagu unik Jakarta dan 16 lagu unik Yogyakarta sama sekali tidak memiliki satu lagu yang sama.

Sebagian selera musik ternyata memang lintas kota. Tapi bagian yang membuat sebuah kota terdengar khas tidak selalu terlihat dalam chart popularitas utama.

  1. Apa yang Populer Belum Tentu Paling Khas

    Spotify menyediakan dua panel yang sering dibaca bergantian, padahal keduanya menjawab pertanyaan yang tidak sama.

    Melansir dokumentasi resmi Spotify (2026), City Charts diurutkan berdasarkan popularitas pemutaran di satu kota tertentu, sementara Local Pulse menampilkan lagu yang relatif lebih populer di kota tersebut dibandingkan dengan popularitasnya secara keseluruhan. 

    Artinya, City Charts menjawab pertanyaan: apa yang paling sering didengarkan di Jakarta? Sedangkan Local Pulse menjawab pertanyaan berbeda: lagu apa yang konsentrasi pemutarannya di Jakarta melampaui popularitas lagu itu secara umum?

    Perbedaan itu terlihat sepele di permukaan, tetapi menentukan seluruh pembacaan berikutnya. Karena kedua panel menggunakan dasar pengurutan yang berbeda, posisi tinggi di Local Pulse tidak dengan sendirinya berarti lagu tersebut merupakan lagu dengan jumlah pemutaran tertinggi di Jakarta. Kedua kondisi tersebut berlaku bersamaan tanpa saling membatalkan.

    Local Pulse sudah memasukkan perbandingan relatif ke dalam perhitungannya. Karena itu, posisi Jakarta pada panel tersebut dapat dibaca sebagai sinyal kekhasan relatif, tanpa menjadikan daftar kota lain sebagai bagian dari dataset yang dianalisis dalam artikel ini.

  2. Popularitas Jakarta dan Yogyakarta Ternyata Banyak Sama

    City Charts, panel yang mengurutkan lagu paling banyak diputar di satu kota, menunjukkan kesamaan besar antara dua kota ini. Sepuluh dari 13 lagu unik yang masuk sepuluh besar Jakarta sepanjang tujuh minggu observasi juga muncul di sepuluh besar Yogyakarta. Yang tidak muncul di Yogyakarta hanya tiga: Bahagia Lagi oleh Piche Kota, Monolog oleh Pamungkas, dan Titik Nadir oleh Kahitna feat. Monita Tahalea.

    Dua lagu paling menonjol bahkan identik posisinya di kedua kota. Sesi Potret karya eńau dan Ari Lesmana menempati posisi pertama selama tujuh minggu berturut-turut, baik di Jakarta maupun Yogyakarta, dengan streak masing-masing mencapai 22 minggu (Jakarta) dan 20 minggu (Yogyakarta) pada 13 Agustus. everything u are milik Hindia menjadi lagu dengan rentetan minggu terpanjang di kedua kota: 74 minggu di Jakarta, 75 minggu di Yogyakarta.

    Polanya juga sama-sama stabil dari sisi jumlah pendatang baru. Yogyakarta memuat 14 lagu unik di City Charts sepanjang periode observasi, dengan empat lagu baru masuk setelah baseline 2 Juli: Teh Hijau, Dunia Yang Nanti, Jatuh Suka, dan Astaga Bercanda. Jakarta memuat 13 lagu unik, dengan tiga lagu baru: Teh Hijau, Dunia Yang Nanti, dan Titik Nadir. Tiga lagu yang khas Yogyakarta dan tidak pernah masuk sepuluh besar Jakarta adalah bergema sampai selamanya (Nadhif Basalamah), 33x (Perunggu), dan Jatuh Suka (Tulus).

    Kesimpulan dari bagian ini jelas. Sebagian besar musik yang populer di Jakarta juga populer di Yogyakarta, dan sebaliknya. Chart utama menangkap sesuatu yang nyata, bukan artefak satu kota.

  3. Lagu yang Khas di Satu Kota Bisa Hilang di Kota Lain

    Local Pulse menunjukkan hasil yang sangat berbeda. Dari 20 lagu unik Local Pulse Jakarta dan 16 lagu unik Local Pulse Yogyakarta, tidak ada satu pun lagu yang muncul di kedua daftar. Nol irisan, antara dua kota yang sama-sama berada di Pulau Jawa dan berjarak relatif dekat.

    Teh Hijau memperlihatkan definisi panel ini bekerja sebagaimana mestinya. Lagu ini masuk City Charts Jakarta, Local Pulse Jakarta, dan City Charts Yogyakarta, tetapi tidak pernah muncul di Local Pulse Yogyakarta. Lagu yang sudah populer luas di banyak tempat cenderung berhenti terdaftar sebagai "unik populer" di kota mana pun, karena Local Pulse dirancang untuk mengukur ketimpangan popularitas lokal terhadap popularitas global, bukan popularitas yang sudah merata.

    Pola serupa muncul di dalam satu kota. Di Jakarta, irisan antara City Charts dan Local Pulse bukan nol: ada satu lagu, Teh Hijau, yang muncul di kedua panel. Di Yogyakarta, irisan itu nol sama sekali. Tak satu pun dari 16 lagu unik Local Pulse Yogyakarta pernah muncul di sepuluh besar City Charts Yogyakarta pada periode yang sama.

    Local Pulse Yogyakarta juga memiliki pola tersendiri. Hanya dua lagu yang bertahan tanpa putus sepanjang tujuh minggu observasi: Pamit Rabi (Lavora, Ajeng Febria) dan Laut Kidul versi Denny Caknan bersama Hendra Kumbara. Ada dua lagu berjudul sama dari artis berbeda yang muncul berdampingan hampir sepanjang periode: Laut Kidul oleh Denny Caknan & Hendra Kumbara, dan Laut Kidul oleh Nayla Fardila. Sumpah Galaxy berada di posisi pertama pada dua minggu pertama, absen empat minggu berturut-turut, lalu kembali masuk langsung di posisi 1 pada 13 Agustus.

    Local Pulse Jakarta juga menunjukkan perubahan posisi yang ekstrem. I Miss You Every Brand New Day karya For Revenge naik dari posisi 49 ke posisi 2 dalam satu minggu pada 6 Agustus, kenaikan posisi terbesar dalam periode observasi, seiring keterkaitan lagu ini dengan film Spider-Man: Brand New Day. Lagu ini tidak tercatat sama sekali di kedua panel Yogyakarta sepanjang periode yang sama. Efe

  4. Apa yang Bisa Dipelajari oleh Brand?

    Perbedaan besar di atas disebabkan oleh definisi masing-masing panel. Melansir dokumentasi resmi Spotify (2026), City Charts diurutkan berdasarkan popularitas pemutaran di satu kota, sementara Local Pulse menampilkan lagu yang relatif lebih populer di kota tersebut dibandingkan popularitasnya secara keseluruhan.

    City Charts menjawab pertanyaan apa yang paling sering didengarkan di kota ini. Local Pulse menjawab pertanyaan yang berbeda: lagu apa yang konsentrasi pemutarannya di kota ini melampaui popularitas lagu itu secara umum. Posisi tinggi di Local Pulse tidak berarti lagu itu punya jumlah pemutaran tertinggi di kota tersebut. Kedua kondisi berlaku bersamaan tanpa saling membatalkan.

    Semakin umum sebuah panel, semakin besar peluang irisannya lintas kota. City Charts, yang murni soal volume pemutaran, mengulang 10 dari 13 lagu Jakarta di Yogyakarta. Local Pulse, yang sudah memasukkan perbandingan relatif ke dalam perhitungannya, menghasilkan nol irisan pada pasangan kota yang sama. Semakin khas sebuah panel, semakin kecil peluang irisannya, baik lintas panel dalam satu kota maupun lintas kota pada panel yang sama.

    Perbandingan irisan

    Sumber: Spotify City Chart 2026

    Perbandingan

    Irisan

    City Charts Jakarta terhadap City Charts Yogyakarta

    10 dari 13 lagu Jakarta

    Local Pulse Jakarta terhadap Local Pulse Yogyakarta

    0 lagu

    City Charts Jakarta terhadap Local Pulse Jakarta (dalam kota)

    1 lagu (Teh Hijau)

    City Charts Yogyakarta terhadap Local Pulse Yogyakarta (dalam kota)

    0 lagu

    Lagu Astaga Bercanda misalnya, menunjukkan bagaimana satu lagu dapat memiliki posisi berbeda di dua kota. Di Jakarta, lagu ini muncul di Local Pulse tetapi tidak pernah masuk sepuluh besar City Charts. Kemunculannya pun singkat, hanya dua minggu (30 Juli dan 6 Agustus), sebelum tergeser dari sepuluh besar pada 13 Agustus. Di Yogyakarta, posisinya terbalik: lagu ini masuk sepuluh besar City Charts pada 13 Agustus, di posisi 10, setelah naik lima posisi dari peringkat 15, tetapi tidak pernah muncul di Local Pulse Yogyakarta.

    Satu lagu, satu genre, tetapi masuk chart dengan cara berbeda di dua kota. Untuk scouting lineup atau timing kampanye, level adopsi sebuah lagu perlu dicek per kota, bukan diasumsikan seragam dari satu titik data.

  5. Jakarta dan Yogyakarta Sama-sama Punya Musik "Lokal", tetapi Isinya Berbeda

    IDN Research Institute mengodekan genre seluruh 32 lagu unik pada dua daftar Jakarta. City Charts Jakarta (13 lagu) seluruhnya pop atau indie/alternatif: 7 pop, 6 indie/alternatif. Local Pulse Jakarta (20 lagu) jauh lebih beragam: 9 pop, 3 hipdut, 2 hiphop/rap, 2 indie/alternatif, 2 dance/electronic, 1 worship Kristen, 1 folk.

    Dari 13 lagu unik yang masuk City Top Tracks selama periode observasi, seluruhnya berada dalam kategori pop atau indie/alternatif. Satu di antaranya diklasifikasikan lebih spesifik sebagai pop balada. Nama yang mengisi daftar ini berulang: Hindia, Sal Priadi, Perunggu, Pamungkas, Nadhif Basalamah, Tulus, Kahitna, Raim Laode.

    Local Pulse Jakarta (20 lagu unik)

    Sumber: Spotify Local Pulse Chart 2026

    Genre

    Jumlah Lagu

    Lagu

    Pop / Pop Ballad (mainstream)

    8

    Teh Hijau (Tulus); Sempurnanya Aku (NPD); Lupain Aku Plis (NPD); Ceritanya Jatuh Cinta Aku (Jeje); ga peka (dia); Gurun Hujan (Juicy Luicy); Sudah Tahu Tuhan Kita Berbeda (eńau, Momo); Tulang dan Nadi (Tiara Andini)

    R&B / Soul / Teatrikal

    3

    2001x (Adrian Khalif); 24/7 (Romaria); Aurora – dari "Musikal Senja Teduh Pelita" (Jakarta Movin, MALIQ & D'Essentials)

    Hipdut (hip-hop dangdut)

    2

    MMG (My Mine Gueh) (Naykilla); Astaga Bercanda (Akbar Chalay, Mingse)

    Indie / Alternatif / Rock

    3

    Laut yang Tenang (Bernadya); Wals Akhir Zaman (Rony Parulian); I Miss You Every Brand New Day (For Revenge)

    Global pop / Reggaeton-dance pop

    2

    rollerblade remix (no na, Jebung); honk! (no na)

    Worship / Gospel

    1

    Sedekat Itu - Live (JPCC Worship)

    Electronic pop

    1

    Aku Harus Pergi (Whisnu Santika, Ari Lesmana)

    Dalam dataset ini, daftar top 10 Local Pulse memiliki komposisi genre yang lebih beragam daripada City Top Tracks. Hal itu terlihat terutama dari kemunculan hipdut, hiphop/rap, dance/electronic, worship Kristen, dan electronic pop, yang seluruhnya tidak muncul dalam 13 lagu unik City Top Tracks. Sembilan dari dua puluh lagu Local Pulse berada di luar kategori pop dan indie/alternatif.

    Untuk Yogyakarta, klasifikasi genre dilakukan secara mandiri berdasarkan profil artis dan karakter musik masing-masing lagu. Karena metode ini berbeda dari pengodean Jakarta, angka keduanya digunakan untuk membaca pola genre, bukan untuk membandingkan proporsi genre secara langsung.

    Local Pulse Yogyakarta (16 lagu unik)

    Sumber: Spotify Local Pulse Chart 2026

    Genre

    Jumlah

    Lagu

    Dangdut koplo / pop Jawa

    5

    Pamit Rabi (Lavora, Ajeng Febria); Laut Kidul (Denny Caknan, Hendra Kumbara); Sumandhing (Arya galih); Negoro Angin (Silvy Kumalasari); Smaragita (Adif Marhaendra, Linda Adista)

    Hipdut (hip-hop dangdut)

    5

    Bapak Hip Hop (Ndarboy Genk, GNTZ, Bacill, BoyCord); Laut Kidul (Nayla Fardila); Pelampiasan 2 1/2 (La Tasya, Nayla Fardila); Wasap Mamen (DJiamputh, Andi Mbendol); Demi Kowe (NDX A.K.A., Pendhoza)

    Rock/alternatif

    3

    Sumpah Galaxy (Fstvlst); Doa Lamat-Lamat (Fstvlst); Void (The Kick)

    Folk/Celtic punk

    2

    Di Sela Waktu Tersisa (The Cloves and The Tobacco); Tentang Kau Dan Dirimu (The Cloves and The Tobacco)

    Pop punk

    1

    Submerge (COLORCODE)

    Genre "lokal" di dua kota ini punya isi yang sama sekali berbeda. Local Pulse Jakarta condong ke hipdut, hiphop/rap, dance/electronic, worship Kristen, dan folk, semuanya di luar dominasi pop dan indie/alternatif City Charts. Local Pulse Yogyakarta hampir terbagi rata antara dua kelompok genre: musik yang berasal dari budaya Jawa, yaitu dangdut koplo dan hipdut, sebanyak 10 dari 16 lagu, dan genre rock, punk, serta pop punk independen dari kota ini, yaitu Fstvlst, The Kick, The Cloves and The Tobacco, dan COLORCODE, sebanyak 6 dari 16 lagu.

    Genre hipdut di dua kota ini juga tidak sama. Mengutip Indonesia Gen-Z Millennial Report 2027 yang diterbitkan oleh IDN Research Institute, Hipdut Jakarta berkembang dari tren digital-native yang lebih baru, dipopulerkan oleh Jemsii, Tenxi, dan Naykilla, dengan lagu Garam & Madu (Sakit Dadaku) yang dirilis Desember 2024 dan mendapat pengakuan formal di AMI Awards pada November 2025. Hipdut Yogyakarta sudah ada lebih lama, dipopulerkan oleh NDX A.K.A. sejak 2011 di Bantul, dengan Pendhoza dan artis dangdut koplo Jawa lain yang melanjutkan gaya musik ini. Dua kota sama-sama punya hipdut di Local Pulse-nya, tetapi lewat pelaku dan sejarah yang sepenuhnya berbeda.

    Catatan: Klasifikasi genre Yogyakarta disusun dari profil dan pemberitaan masing-masing artis (Kompasiana, Tempo, RRI, Wikipedia bahasa Indonesia, IDN Times Jogja, Republika, kanal resmi artis di Spotify dan YouTube), diakses Agustus 2026.

  6. Implikasi bagi Marketer

    City Charts dan Local Pulse sebaiknya tidak diperlakukan sebagai dua versi dari ranking yang sama, dan keduanya juga tidak bisa dibaca sebagai satu daftar gabungan untuk Jakarta dan Yogyakarta sekaligus. City Charts membantu menemukan lagu dan artis dengan popularitas yang sudah terbukti di satu kota. Local Pulse membantu menemukan lagu, artis, dan genre yang relatif lebih khas di kota itu, dan angkanya berbeda di setiap kota.

    Dari data di atas, empat hal dapat diturunkan.

    Pertama, tujuan acara menentukan chart yang perlu dilihat, dan polanya lebih tegas di Yogyakarta daripada di Jakarta. Di Jakarta, 12 dari 13 lagu City Charts tidak masuk Local Pulse Jakarta. Di Yogyakarta, seluruh 14 lagu City Charts tidak satu pun masuk Local Pulse Yogyakarta. Untuk acara yang mengejar familiaritas massal di dua kota sekaligus, City Charts kedua kota bisa dipakai bersama karena beririsan 10 dari 13 lagu. Untuk acara yang ingin punya identitas lokal yang kuat, satu daftar Local Pulse tidak bisa dipakai untuk dua kota, karena Local Pulse Jakarta dan Local Pulse Yogyakarta juga tidak beririsan sama sekali.

    Kedua, keberulangan artis berguna untuk scouting, tetapi bentuknya berbeda di dua kota. Di Jakarta, keberulangan terjadi lintas panel. Raim Laode menempatkan tiga lagu sekaligus di sepuluh besar City Charts Jakarta pada 6 Agustus 2026, yaitu iqro' di posisi ketiga, Dunia Yang Nanti di posisi keempat, dan Bersenja Gurau di posisi kesembilan. eńau muncul di City Charts maupun Local Pulse Jakarta lewat kolaborasi berbeda, Sesi Potret dan Sudah Tahu Tuhan Kita Berbeda, begitu juga Ari Lesmana. Di Yogyakarta, keberulangan terjadi di dalam Local Pulse itu sendiri, bukan lintas panel, karena tidak ada artis Local Pulse Yogyakarta yang juga muncul di City Charts Yogyakarta. Fstvlst menempatkan dua lagu di Local Pulse Yogyakarta, Sumpah Galaxy dan Doa Lamat-Lamat. Nayla Fardila juga muncul di dua lagu, Laut Kidul dan Pelampiasan 2 1/2. The Cloves and The Tobacco menempatkan dua lagu, Di Sela Waktu Tersisa dan Tentang Kau Dan Dirimu. Pola ini menunjukkan musisi independen Yogyakarta punya basis pendengar yang cukup padat untuk konsisten muncul di Local Pulse, meski tidak pernah masuk chart utama kota itu.

    Ketiga, genre yang tidak muncul di City Charts memperluas cakupan lineup, tetapi isinya spesifik per kota. Genre tambahan di Local Pulse Jakarta adalah hipdut, hiphop/rap, dance/electronic, worship Kristen, dan folk, lima genre di luar dominasi pop dan indie/alternatif di City Charts Jakarta. Di Yogyakarta, karena irisan City Charts dan Local Pulse nol, seluruh 16 lagu Local Pulse berada di luar chart utama kota itu, dan genre-nya terbagi hampir rata antara musik berbasis budaya Jawa (dangdut koplo dan hipdut, 10 dari 16 lagu) dan rock, punk, serta pop punk independen kota ini (6 dari 16 lagu). Scouting untuk Jakarta perlu menambah kategori genre urban dan digital-native. Scouting untuk Yogyakarta perlu mempertimbangkan dua arah sekaligus, musik berbasis budaya Jawa dan skena independen kota, dua kelompok yang kemungkinan besar juga punya basis penonton berbeda.

    Local Pulse tetap merupakan indikasi kekhasan relatif, bukan ukuran langsung kecocokan artis dengan acara. Pemilihan lineup tetap membutuhkan pertimbangan lain seperti skala audiens, kesesuaian demografi, biaya booking, ketersediaan artis, dan konsep acara. Namun untuk dua kota ini, City Charts dan Local Pulse sebaiknya dibaca sebagai dua sumber data yang terpisah per kota, City Charts untuk melihat siapa yang sudah besar, Local Pulse untuk mencari siapa dan apa yang membuat lineup terasa khas Jakarta atau khas Yogyakarta.

  7. Penutup

    Dua chart ini tidak menunjukkan bahwa Jakarta dan Yogyakarta punya dua selera musik yang sepenuhnya berbeda satu sama lain. Keduanya menunjukkan bahwa popularitas bisa diukur dari lebih dari satu sisi. Satu daftar menunjukkan lagu yang paling banyak didengarkan di satu kota, sementara daftar lain menunjukkan lagu yang konsentrasi popularitasnya lebih khas di kota itu dibanding popularitasnya secara umum.

    Perbedaan ini penting karena lagu yang paling sering diputar bukan selalu lagu yang paling menunjukkan kekhasan sebuah kota, dan pola itu makin terlihat ketika dua kota dibandingkan langsung. City Charts Jakarta dan Yogyakarta beririsan 10 dari 13 lagu, sementara Local Pulse kedua kota sama sekali tidak beririsan. Dalam tujuh minggu pengamatan, City Charts kedua kota cenderung stabil dengan rentang genre yang lebih sempit, sementara Local Pulse menunjukkan genre dan lagu yang tidak terlihat di daftar popularitas utama, dan isinya berbeda di setiap kota.

    Bagi brand, perbedaannya bukan soal memilih chart mana yang lebih benar, atau kota mana yang seleranya lebih "asli". Pertanyaannya adalah informasi apa yang sedang dicari, dan untuk kota yang mana. Popularitas membantu menemukan apa yang sudah punya jangkauan luas, di satu kota atau lebih dari satu kota sekaligus. Kekhasan membantu menemukan apa yang membuat sebuah kota berbeda dari kota lain, dan jawabannya perlu dicek ulang untuk tiap kota, karena data dari satu kota belum tentu bisa dipakai sebagai acuan untuk kota lain.

    Referensi

    IDN Research Institute. (2026). Indonesia Millennial and Gen Z Report 2027. IDN Media.

    Spotify. (2026). Understanding Spotify Charts. Spotify for Artists. Diakses pada 19 Agustus 2026, dari https://support.spotify.com/us/artists/article/understanding-spotify-charts/

    Spotify Charts. (2026). City Charts Jakarta Weekly. Diakses pada 19 Agustus 2026, dari https://charts.spotify.com/charts/view/citytoptrack-jakarta-weekly/latest

    Spotify Charts. (2026). Local Pulse Jakarta Weekly. Diakses pada 19 Agustus 2026, dari https://charts.spotify.com/charts/view/citypulsetrack-jakarta-weekly/latest

    Spotify Charts. (2026). City Charts Yogyakarta Weekly Diakses pada 19 Agustus 2026, dari https://charts.spotify.com/charts/view/citytoptrack-yogyakarta-weekly/latest

    Spotify Charts. (2026). Local Pulse Yogyakarta Weekly Diakses pada 19 Agustus 2026, dari https://charts.spotify.com/charts/view/citypulsetrack-yogyakarta-weekly/latest


Share Article
Editorial Team