Belanja per orang per bulan | 2024 | 2025 | Perubahan |
Makanan dan minuman jadi | Rp383.693 | Rp328.834 | −14,3% |
Rokok | Rp128.481 | Rp111.460 | −13,3% |
Barang tahan lama | Rp104.217 | Rp83.730 | −19,7% |
Keperluan pesta dan hajatan | Rp61.858 | Rp47.104 | −23,9% |
Perumahan dan perlengkapan rumah | Rp727.937 | Rp768.578 | +5,6% |
Aneka barang dan jasa | Rp331.377 | Rp361.264 | +9,0% |
Bandung Punya Alasan untuk Keluar Rumah dengan Budget Minimal

Usaha makan-minum Bandung tumbuh 8,43% pada 2025, tetapi belanja warga untuk makan-minum jadi turun 14,3%; harga restoran hanya naik 0,41%, sehingga frekuensi kunjungan yang berkurang.
Daya beli riil warga tertekan inflasi: total belanja per kapita turun tipis, sementara biaya perumahan naik. Pengeluaran pilihan seperti jajan, rokok, barang tahan lama, dan hajatan ikut menyusut.
Hampir setengah rumah makan terkonsentrasi di lima kecamatan pusat pengunjung. Ruang publik gratis terbatas dan CFD membatasi promosi di badan jalan, sementara jadwalnya sempat terganggu anggaran serta keamanan.
Usaha makan-minum di Kota Bandung tumbuh 8,43 persen pada 2025. Di tahun yang sama, belanja warga untuk makan dan minum di luar rumah justru turun 14,3 persen. Harganya hampir tidak naik. Artinya warga tidak berhenti jajan, hanya saja mereka hanya lebih jarang melakukannya. Buat brand, itu mengubah cara aktivasi seharusnya dirancang di kota ini.
Usaha Makan-Minum Tumbuh saat Daya Belanja Warga Turun
Badan Pusat Statistik mencatat nilai usaha penyediaan akomodasi dan makan-minum di Kota Bandung mencapai Rp20,5 triliun pada 2025, naik dari Rp17,9 triliun setahun sebelumnya. Setelah dibersihkan dari faktor harga, sektor ini tumbuh 8,43 persen, yakni lebih cepat daripada 7,51 persen di 2024 dan 5,78 persen di 2023. Porsinya dalam ekonomi kota juga naik, dari 4,81 menjadi 5,08 persen. Angka 2025 masih berstatus sementara dan bisa direvisi BPS.
Sementara itu, belanja warga untuk makanan dan minuman turun.
Lewat survei rumah tangga tahunan (Susenas), BPS mencatat rata-rata belanja warga Kota Bandung untuk makanan dan minuman jadi turun dari Rp383.693 menjadi Rp328.834 per orang per bulan. Penurunannya 14,3 persen. Porsinya dalam total belanja ikut turun, dari 16,13 menjadi 13,89 persen.
Kedua angka tersebut tercatat dalam Kota Bandung Dalam Angka 2026 yang diterbitkan oleh BPS.
Kedua angka tersebut mengukur hal yang berbeda. Nilai usaha mencakup pesanan kantor, katering, dan hotel, bukan hanya belanja rumah tangga. Jadi angkanya tidak bisa dipertemukan secara hitungan. Perbedaan arah keduanya menunjukkan bahwa pertumbuhan usaha makan-minum di Bandung tidak berasal dari belanja rumah tangga warga Bandung.
Harga restoran naik 0,41 persen saat belanja warga turun 14,3 persen
Penurunan belanja tidak disertai kenaikan harga restoran yang berarti. Indeks harga restoran dan rumah makan hanya naik 0,41 persen sepanjang 2025.
BPS mengukur harga lewat indeks, dengan tahun 2022 sebagai patokan senilai 100. Untuk kelompok restoran dan rumah makan di Bandung, indeksnya 106,43 pada Januari 2025 dan 106,87 pada Desember 2025. Naik 0,41 persen dalam setahun. Sepanjang tiga tahun pun cuma naik 6,87 persen.
Pada periode yang sama, indeks harga umum mencapai 109,46 dan indeks harga bahan makanan mencapai 115,59.
Harga restoran dan rumah makan hampir tidak berubah, sementara belanja warga untuk makanan dan minuman jadi turun 14,3 persen.
Artinya, penurunan belanja lebih mungkin berasal dari berkurangnya frekuensi kunjungan daripada turunnya nilai belanja setiap kunjungan.
Indeks harga rekreasi, olahraga, dan budaya juga berada di bawah indeks harga umum. Indeks harga untuk rekreasi, olahraga, dan budaya cuma 104,89 yang mana di bawah indeks umum. Biaya berkegiatan di Bandung tidak mahal. Yang mahal adalah biaya makan dan hidup di sekitarnya.
Data tersebut mengubah cara membaca penurunan belanja warga. Selama ini refleks industri saat belanja turun adalah memberi diskon. Tapi di Bandung, harga bukan penghalangnya.
Belanja jajan, rokok, barang tahan lama, dan hajatan turun
Penurunan belanja makanan dan minuman jadi terjadi bersamaan dengan penurunan beberapa pos belanja lain.
Empat pos tersebut turun antara 13 dan 24 persen, sementara dua pos lainnya naik. Empat pos yang bisa dikurangi tanpa mengganggu hidup sehari-hari turun antara 13 dan 24 persen. Dua pos yang tidak bisa ditunda malah naik. Porsi biaya rumah naik dari 30,61 menjadi 32,47 persen dari total belanja.
Karena ini survei sampel, besaran satu tahun untuk satu kota sebaiknya dibaca sebagai gambaran, bukan angka pasti. Yang lebih meyakinkan di sini adalah keseragaman arahnya.
Baris rokok perlu dilihat skalanya. Rp111.460 per orang per bulan itu sekitar 11,9 persen dari seluruh belanja makanan warga Bandung. Lebih besar daripada beras dan sejenisnya (Rp82.282), daging (Rp68.652), pakaian dan alas kaki (Rp64.157), buah (Rp60.748), telur dan susu (Rp59.816), sayur (Rp58.664), atau ikan (Rp50.050). Bahkan melebihi belanja sayur dan ikan digabung.
Ini angka rata-rata seluruh penduduk, termasuk anak-anak dan yang tidak merokok. Jadi bukan gambaran belanja per perokok. Yang terbaca cuma bobotnya dalam anggaran rumah tangga.
Perubahan tersebut menunjukkan pergeseran komposisi belanja rumah tangga. Ketika belanja makanan dan minuman jadi, rokok, barang tahan lama, dan keperluan pesta turun sementara biaya perumahan naik, porsi anggaran untuk pengeluaran yang dapat ditunda ikut tertekan. Karena itu, brand tidak hanya bersaing dengan produk lain dalam kategorinya, tetapi juga dengan kenaikan biaya rumah tangga.
Inflasi Bandung 2,698 persen, belanja per orang turun 0,46 persen
Total belanja per orang per bulan hampir tidak bergerak: Rp2.378.226 menjadi Rp2.367.255. Turun tipis 0,46 persen.
Namun, inflasi Bandung 2025 mencapai 2,698 persen, melonjak dari 0,618 persen di 2024. Dengan inflasi Bandung sebesar 2,698 persen, daya beli warga secara riil menyusut sekitar 3 persen.
Tekanan itu belum reda. Per April 2026, inflasi tahunan Bandung masih 2,65 persen.
Data konsumsi rumah tangga menunjukkan perlambatan yang sama. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga di Bandung melambat dua tahun berturut-turut: 6,28 persen (2023), 4,80 persen (2024), 4,20 persen (2025). Pertumbuhan konsumsi rumah tangga masih positif, sehingga yang terjadi adalah perlambatan. Tapi di tahun yang sama ekonomi kota justru tumbuh lebih cepat, 5,29 persen, didorong ekspor bersih yang naik 26,79 persen dan transportasi 10,03 persen.
Ekonomi Bandung tumbuh 5,29 persen pada 2025, sementara pertumbuhan konsumsi rumah tangga hanya 4,20 persen.
Lima kecamatan menampung 49 persen rumah makan Bandung
Sebaran rumah makan menunjukkan lokasi utama aktivitas usaha makan-minum di Bandung. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung mencatat 2.028 rumah makan dan restoran di 30 kecamatan pada 2025. Sebanyak 993 rumah makan berada di lima kecamatan, atau 49 persen dari seluruh rumah makan di Bandung.
Kecamatan
Rumah makan
Penduduk
Per 1.000 warga
Bandung Wetan
269
27.441
9,80
Sumur Bandung
198
34.883
5,68
Lengkong
189
67.678
2,79
Sukajadi
169
102.867
1,64
Coblong
168
112.613
1,49
Kota Bandung
2.028
2.548.784
0,80
Bandung Kulon
19
141.929
0,13
Mandalajati
3
78.880
0,04
Lima kecamatan teratas menampung 993 rumah makan, yakni 49 persen dari seluruh kota, padahal penduduknya cuma 13,6 persen. Bandung Wetan punya penduduk paling sedikit kedua di Bandung, tapi rumah makannya paling banyak. Kepadatannya 12 kali rata-rata kota, dan sekitar 73 kali Bandung Kulon.
Kepadatan rumah makan di lima kecamatan tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan kepadatan penduduknya. Kepadatan tersebut menunjukkan bahwa kawasan itu melayani konsumen yang datang dari luar wilayah tempat tinggalnya.
Buat perencanaan aktivasi, konsekuensinya dua. Koridor komersial utama Bandung, Braga di Sumur Bandung dan Bandung Wetan, jalur Dago yang melintasi Coblong dan Bandung Wetan, kawasan Buah Batu di Lengkong, adalah lingkungan paling padat sekaligus paling banyak melayani pengunjung luar kota. Sementara 86 persen warga Bandung tinggal di luar klaster itu, di wilayah yang pasokan komersialnya nyaris kosong.
Satu catatan soal data ini. Jumlah tercatat bergerak dari 899 (2022), 2.066 (2023), 3.097 (2024), lalu 2.028 (2025). Lompatan sebesar itu bukan cerminan usaha yang buka dan tutup, melainkan pendataan yang belum stabil. Yang layak dibaca adalah urutan dan sebarannya antar kecamatan, bukan jumlah persisnya.
Taman kota hanya mencakup 1,55 persen luas Bandung
Kalau belanja di luar rumah sedang dipangkas, ruang publik yang tidak menuntut pembelian jadi makin penting. Di Bandung, ruang itu sedikit.
Ruang terbuka hijau Kota Bandung pada 2025 tercatat 2.107 hektare, atau 12,59 persen dari luas kota, sementara Undang-Undang Penataan Ruang menetapkan minimal 30 persen. Dari angka tersebut, 958 hektare merupakan ruang terbuka hijau privat. Sisanya mencakup pemakaman, jalur hijau di tepi jalan, sempadan sungai, dan lahan kritis.
Taman kota dan taman lingkungan mencakup 259 hektare, atau 1,55 persen dari luas kota. Dengan 2,55 juta penduduk, luas tersebut setara sekitar satu meter persegi taman per warga. Karena itu kerumunan besar di Bandung hampir selalu butuh ruang yang dibuka sementara, jalan yang ditutup, lapangan yang disewa, kawasan yang diizinkan.
Yang perlu diketahui soal CFD
Car Free Day adalah kanal ruang gratis terbesar di Bandung. Berdasarkan pemberitaan sepanjang 2024 sampai Juli 2026, pelaksanaannya konsisten seperti ini:
- Jadwal: Minggu pertama dan ketiga setiap bulan, pukul 06.00–10.00 WIB. Sekitar 24 sesi dalam setahun penuh.
- CFD Dago: Jalan Ir. H. Juanda, dari Simpang Dayang Sumbi sampai Simpang Cikapayang. Ini titik paling ramai.
- CFD Buah Batu: dari Simpang KH Ahmad Dahlan sampai Simpang Pelajar Pejuang 45, di Kecamatan Lengkong.
- Kegiatan warga: jogging, jalan santai, bersepeda, sepatu roda, senam komunitas. Banyak yang lanjut sarapan atau ngopi setelah selesai.
Ada aturan CFD yang perlu diperhitungkan dalam perencanaan brand. Tata tertib CFD yang diumumkan Dishub melarang aktivitas perdagangan, promosi, dan sosialisasi di badan jalan. Pedagang juga dilarang berjualan di ruas CFD.
Dalam peta area yang pernah dirilis Dishub, pedagang dan UKM ditempatkan di jalan-jalan samping, di kawasan Buah Batu misalnya, di Jalan Mutiara, Nilem, Gajah, Kancil, Betok, dan Kancra, yang sekaligus menjadi kantong parkir.
Badan jalan CFD tidak dapat digunakan untuk perdagangan, promosi, atau sosialisasi. Yang bisa dipakai brand adalah zona samping tempat perdagangan diizinkan, dan itu perlu dikonfirmasi langsung ke Dishub sebelum dianggarkan. Tata tertib ini terpantau dari pengumuman 2024, jadi statusnya perlu dipastikan ulang.
Kanal ini juga tidak selalu tersedia
Selama Desember 2025 sampai Mei 2026, ruang jalan bebas kendaraan Bandung terganggu tiga kali dengan tiga sebab berbeda.
Pertama karena anggaran. Pada 19 Desember 2025 Dishub meniadakan CFD Dago, CFD Buah Batu, dan Braga Beken selama libur Natal dan Tahun Baru, tanpa tanggal pasti kapan kembali. Sebulan kemudian belum juga jalan. Kepala Dishub Rasdian menjelaskan ke detikJabar pada 19 Januari 2026 bahwa penyebabnya efisiensi anggaran, karena penyelenggaraannya butuh petugas dari Dishub, polisi, TNI, aparat kewilayahan, sampai Satpol PP.
Kedua karena keamanan. Pada 2 Mei 2026 Dishub mengumumkan CFD dan Braga Beken ditiadakan keesokan harinya, menyusul kerusuhan pada peringatan May Day 1 Mei 2026.
Ketiga bersifat permanen. Braga Beken, yang sejak diresmikan 4 Mei 2024 berjalan penuh dua hari Sabtu dan Minggu, dipangkas jadi satu hari. Rasdian menyatakan pada 30 April 2026 jendela barunya berlaku dari Minggu dini hari sampai Senin malam. Di kesempatan yang sama ia menegaskan CFD tetap dua kali sebulan.
Kabar baiknya, kanal ini pulih. Pemberitaan menunjukkan CFD Dago dan Buah Batu berjalan pada 17 Mei, 7 Juni, dan 21 Juni 2026, dengan jadwal Juli 2026 juga terbit.
Tidak ada data jumlah pengunjung resmi untuk CFD maupun Braga Beken dalam sumber publik yang digunakan. Tidak ada angka kehadiran resmi untuk CFD maupun Braga Beken di sumber publik. Jadi semua yang bisa dikatakan soal keramaiannya bersifat kualitatif.
Pembanding: ruang berbayar
Tahura Trail Run Race menawarkan profil yang berkebalikan. Edisi ke-11 digelar 24–25 Januari 2026 di Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda dengan 2.883 peserta, dari kategori 6K sampai maraton 42K. Tanggalnya ditetapkan jauh hari, jumlah pesertanya terhitung, dan pelaksanaannya tidak bergantung pada anggaran kota atau izin ketertiban mingguan. Panitia juga menyediakan Trail Expo sebagai ruang temu brand dan komunitas.
Tahura Trail Run Race mencatat 2.883 peserta pada Januari 2026, ketika CFD dan Braga Beken sedang berhenti sementara.
Di mana warga Bandung yang bukan pekerja berkegiatan?
Bandung tidak kekurangan orang muda. Kelompok umur 20–24 tahun adalah yang terbesar di kota ini dengan 209.360 jiwa, disusul 25–29 tahun dengan 208.531 jiwa. Total usia 15–29 tahun mencapai 609.805 orang, atau 23,7 persen penduduk.
Dari survei ketenagakerjaan Agustus 2025, angkatan kerja Bandung berjumlah 1.375.036 orang, dengan 99.306 di antaranya menganggur. Tingkat pengangguran 7,22 persen, terus turun dari 8,83 persen di 2023. Sebanyak 662.947 orang berstatus karyawan atau pegawai, kelompok dengan penghasilan paling stabil, tapi terikat hari kerja. Mereka cuma bisa ditemui di akhir pekan, yaitu slot yang diperebutkan hampir semua brand.
Yang jarang masuk hitungan adalah 643.141 orang berusia 15 tahun ke atas yang berada di luar angkatan kerja. Angka ini sering dibaca sebagai satu massa besar yang "bebas di hari kerja". Rinciannya menunjukkan sebaliknya.
Di luar angkatan kerja
Laki-laki
Perempuan
Jumlah
Mengurus rumah tangga
47.537
368.631
416.168
Sekolah
71.725
86.765
158.490
Lainnya
37.525
30.958
68.483
Total
156.787
486.354
643.141
Kelompok terbesar adalah pengurus rumah tangga: 416.168 orang, dan 89 persen di antaranya perempuan. Mereka ada di kota pada hari kerja, tapi terikat pekerjaan rumah yang tidak dibayar. Waktu luangnya berpola, di sela antar-jemput sekolah, belanja harian, dan urusan rumah. Dan mereka ada di kecamatan tempat tinggal, bukan di koridor komersial.
Kelompok kedua, 158.490 pelajar dan mahasiswa, justru tidak bisa ditemui pada jam sekolah. Titik temunya sore hari, di sekitar sekolah dan kampus.
Perbedaan waktu tersebut membuka dua kesempatan aktivasi di luar akhir pekan: hari kerja di sekitar tempat tinggal untuk pengurus rumah tangga dan sore hari di sekitar sekolah atau kampus untuk pelajar dan mahasiswa. Lebih dari setengah juta orang memiliki pola aktivitas yang berbeda dari pekerja kantoran: pengurus rumah tangga banyak berada di lingkungan tempat tinggal pada hari kerja, sementara pelajar dan mahasiswa berada di sekitar sekolah dan kampus pada sore hari.
Apa Artinya untuk Brand
1. Dorong kunjungan berulang dengan nilai transaksi yang ringan.
Yang turun di Bandung adalah jumlah kunjungan, bukan besarnya belanja sekali datang. Paket premium, ukuran jumbo, dan bundling harga tinggi bekerja melawan arah pasar. Yang sejalan adalah mekanisme yang membuat orang lebih mudah datang lagi.
2. Cek aturan sebelum menganggarkan CFD.
Badan jalan CFD melarang perdagangan dan promosi. Yang tersedia adalah zona samping tempat UKM ditempatkan. Ini bukan detail teknis kecil, ini menentukan apakah rencana aktivasi bisa dijalankan sama sekali. Konfirmasi ke Dishub sebelum, bukan sesudah, anggaran turun.
3. Gunakan ruang publik untuk memperkenalkan dan mencoba produk.
Dengan anggaran jajan yang mengetat dan aturan yang membatasi penjualan, target di lokasi sebaiknya perkenalan produk dan uji coba. Hasilnya diukur di penjualan ritel setelahnya, bukan di lokasi.
4. Hitung persaingan dengan pengeluaran rumah tangga lain.
Jajan, rokok, barang tahan lama, dan hajatan turun bersamaan sementara biaya rumah naik. Produk yang menuntut komitmen belanja bulanan baru menghadapi hambatan lebih besar daripada produk yang menggantikan atau meringankan pengeluaran yang sudah ada.
5. Tawarkan manfaat pada pengeluaran yang sedang ditekan.
Indeks harga rekreasi cuma 104,89, sementara indeks umum 109,46 dan bahan makanan 115,59. Aktivitas tidak mahal; makanannya yang mahal. Menambah hiburan di atas hiburan menawarkan sesuatu yang sudah terjangkau. Yang berdampak adalah yang menurunkan biaya konsumsi, kolaborasi dengan UMKM kuliner, subsidi harga, porsi berbagi.
6. Bedakan strategi di lima kecamatan utama dan wilayah lainnya.
Setengah rumah makan Bandung ada di lima kecamatan yang dihuni 13,6 persen warga. Di sana brand bersaing paling ketat, dan sebagian besar audiensnya pengunjung luar kota. Untuk 86 persen warga di luar klaster, Bandung Kulon, Babakan Ciparay, Kiaracondong, Mandalajati, Cibeunying Kidul, pasokan komersial nyaris tidak ada, dan kanalnya harus lewat komunitas, sekolah, atau warung lingkungan.
7. Jangkau pengurus rumah tangga pada hari kerja dan pelajar pada sore hari.
416.168 pengurus rumah tangga, mayoritas besar perempuan, ada di kecamatan tempat tinggal pada hari kerja. 158.490 pelajar dan mahasiswa ada di sekitar sekolah dan kampus pada sore hari. Keduanya butuh lokasi dan jam yang berbeda dari aktivasi akhir pekan dan keduanya jauh lebih sedikit diperebutkan.
8. Gabungkan ruang publik gratis dengan event berbayar.
Kanal gratis Bandung terbukti bisa berhenti karena anggaran, karena keamanan, dan bisa dipangkas karena kebijakan. Event berbayar dengan tanggal tetap dan peserta terhitung memberi kepastian yang tidak dimiliki ruang publik gratis. Kombinasi keduanya lebih aman daripada bergantung pada salah satu.
Penutup
Bandung tidak kekurangan orang yang ingin keluar rumah, dan tidak kekurangan tempat yang melayani mereka. Yang terbatas adalah ruang yang bisa dimasuki tanpa membayar, dan yang menyusut adalah uang yang mereka bawa ketika keluar. Buat brand, pertanyaannya bergeser: bukan lagi bagaimana menarik lebih banyak orang, tapi bagaimana membuat kedatangan berikutnya lebih mudah terjadi.
Daftar Pustaka
Badan Pusat Statistik Kota Bandung. (2026, 27 Februari). Kota Bandung dalam angka 2026 (Volume 46, Katalog 1102001.3273, ISSN 0215-2320). https://bandungkota.bps.go.id/id/publication/2026/02/27/96f9bc1a83d1cdb6357f54f2/kota-bandung-dalam-angka-2026.html (diakses 13 Agustus 2026). Tabel yang digunakan: 0.1 Statistik Kunci 2023–2025; 3.1.3 Penduduk Menurut Kelompok Umur, 2026; 3.1.4 Penduduk Menurut Kecamatan, 2024–2026; 3.2.1–3.2.4 Ketenagakerjaan (Sakernas Agustus 2025); 4.6.5 Taman Kota Menurut Kecamatan, 2025; 4.6.6 Potensi Ruang Terbuka Hijau, 2025; 7.1 Rumah Makan/Restoran Menurut Kecamatan, 2022–2025; 9.3 Indeks Harga Konsumen Menurut Kelompok Pengeluaran (2022=100), 2025; 10.1 dan 10.2 Pengeluaran per Kapita Sebulan Menurut Kelompok Komoditas, 2024 dan 2025 (Susenas Maret); 12.1, 12.3, dan 12.4 PDRB Menurut Lapangan Usaha; 12.8 Laju Pertumbuhan PDRB Menurut Pengeluaran, 2021–2025.
Badan Pusat Statistik Kota Bandung. (2026, 2 Maret). Ekonomi Kota Bandung tahun 2025 tumbuh 5,29 persen. https://bandungkota.bps.go.id/id/pressrelease/2026/03/02/1686/ekonomi-kota-bandung-tahun-2025-tumbuh-5-29-persen.html (diakses 13 Agustus 2026).
Badan Pusat Statistik Kota Bandung. (2026, 4 Mei). April 2026 inflasi year on year (y-on-y) Kota Bandung sebesar 2,65 persen. https://bandungkota.bps.go.id/id/pressrelease/2026/05/04/1670/april-2026-inflasi-year-on-year--y-on-y--kota-bandung-sebesar-2-65-persen.html (diakses 13 Agustus 2026).
detikJabar. (2024, 5 Mei). 'Braga Beken' istilah anyar untuk Jalan Braga bebas kendaraan. https://www.detik.com/jabar/berita/d-7325198/braga-beken-istilah-anyar-untuk-jalan-braga-bebas-kendaraan (diakses 13 Agustus 2026).
detikJabar. (2026, 19 Januari). Anggaran terbatas, program Braga Beken berhenti sementara. https://www.detik.com/jabar/berita/d-8314070/anggaran-terbatas-program-braga-beken-berhenti-sementara (diakses 13 Agustus 2026).
detikJabar. (2026, 30 April). Braga Beken kini hanya satu hari, simak jadwal barunya. https://www.detik.com/jabar/berita/d-8468441/braga-beken-kini-hanya-satu-hari-simak-jadwal-barunya (diakses 13 Agustus 2026).
Portal Jabar. (2026, 24 Januari). Tahura Trail Run Race 2026 dorong sport tourism dan gerakan hijau Kota Bandung. Pemerintah Provinsi Jawa Barat. https://jabarprov.go.id/berita/tahura-trail-run-race-2026-dorong-sport-tourism-dan-gerakan-hijau-kota-bandung-22867 (diakses 13 Agustus 2026).
PRFM News. (2024, 2 Maret). Jadwal CFD Kota Bandung Minggu 3 Maret 2024, simak peta lokasi aktivitas warga dan titik parkir. https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/pr-137784341/jadwal-cfd-kota-bandung-minggu-3-maret-2024-simak-peta-lokasi-aktivitas-warga-dan-titik-parkir (diakses 13 Agustus 2026).
PRFM News. (2024, 2 Mei). CFD di Kota Bandung hadir lagi, simak jadwal, lokasi dan tata tertib yang wajib ditaati pengunjung. https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/pr-138037963/cfd-di-kota-bandung-hadir-lagi-simak-jadwal-lokasi-dan-tata-tertib-yang-wajib-ditaati-pengunjung (diakses 13 Agustus 2026).
PRFM News. (2026, 2 Mei). Minggu besok, CFD dan Braga Beken di Kota Bandung ditiadakan, ini alasannya. https://prfmnews.pikiran-rakyat.com/bandung-raya/pr-1310182245/minggu-besok-cfd-dan-braga-beken-di-kota-bandung-ditiadakan-ini-alasannya (diakses 13 Agustus 2026).
Radar Bandung. (2026, 1 Mei). CFD Bandung tetap digelar dua kali sebulan, jadwal Braga Beken diusulkan dipangkas jadi sehari. https://www.radarbandung.id/2026/05/01/cfd-bandung-tetap-digelar-dua-kali-sebulan-jadwal-braga-beken-diusulkan-dipangkas-jadi-sehari/ (diakses 13 Agustus 2026).
TintaHijau.com. (2025, 21 Desember). Pemkot Bandung tiadakan CFD dan Braga Beken selama Nataru 2025–2026. https://www.tintahijau.com/ragam/pemkot-bandung-tiadakan-cfd-dan-braga-beken-selama-nataru-20252026/ (diakses 13 Agustus 2026).
UlasBandung. (2026, 15 Mei). CFD Bandung digelar lagi 17 Mei 2026, Car Free Day Dago dan Buah Batu kembali jadi ruang olahraga warga. https://www.ulasbandung.com/event/1442688238/cfd-bandung-digelar-lagi-17-mei-2026-car-free-day-dago-dan-buah-batu-kembali-jadi-ruang-olahraga-warga (diakses 13 Agustus 2026).
UlasBandung. (2026, 20 Juni). CFD Bandung hari ini 21 Juni 2026 digelar di Dago dan Buah Batu, cek lokasi serta jam pelaksanaan Car Free Day. https://www.ulasbandung.com/bewara/1442808519/cfd-bandung-hari-ini-21-juni-2026-digelar-di-dago-dan-buah-batu-cek-lokasi-serta-jam-pelaksanaan-car-free-day (diakses 13 Agustus 2026).
UlasBandung. (2026, 4 Juli). Wargi cek jadwal CFD Bandung Juli 2026, ini lokasi Car Free Day Dago dan Buah Batu yang perlu diketahui. https://www.ulasbandung.com/event/1442841234/wargi-cek-jadwal-cfd-bandung-juli-2026-ini-lokasi-car-free-day-dago-dan-buah-batu-yang-perlu-diketahui (diakses 13 Agustus 2026).
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.










