1. Nicotine market ≠ cigarette market.
Rokok konvensional masih menjadi basis pasar, tetapi format, occasion, dan konteks konsumsi semakin beragam.
2. Consumer ≠ smoker/non-smoker.
Untuk memahami konsumen muda, posisi dalam consumer journey dan situasi konsumsi lebih informatif daripada satu label demografis.
3. Brand ≠ packaging.
Ketika ruang komunikasi visual semakin terbatas, heritage, experience, community, cultural association, dan occasion menjadi aset yang perlu dipetakan.
Pasar nikotin Indonesia ke depan tidak cukup dibaca dari siapa yang merokok atau produk apa yang mereka gunakan. Yang semakin penting bagi marketer adalah memahami kapan konsumsi terjadi, dalam konteks sosial seperti apa, bagaimana maknanya terbentuk, dan bagaimana semua itu berhadapan dengan regulatory friction yang terus bertambah.
Referensi
Badan Pusat Statistik. (2025). Persentase warga RI yang merokok tembakau dan vape, 2023–2025 [Data diolah Databoks]. Katadata. Diakses pada 2 September 2026, dari https://databoks.katadata.co.id/layanan-konsumen-kesehatan/statistik/693f895d7e47e/persentase-warga-ri-yang-merokok-tembakau-dan-vape-2023-2025
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024, 29 Mei). Perokok aktif di Indonesia tembus 70 juta orang, mayoritas anak muda [data SKI 2023 dan TERM Mei–Agustus 2023]. https://kemkes.go.id/id/perokok-aktif-di-indonesia-tembus-70-juta-orang-mayoritas-anak-muda
World Health Organization. (2020). GYTS lembar informasi Indonesia 2019. https://cdn.who.int/media/docs/default-source/searo/indonesia/indonesia-gyts-2019-factsheet-(ages-13-15)-(final)-indonesian-final.pdf
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2026, 5 Juni). Lindungi generasi muda, Kemenkes siapkan aturan bungkus rokok seragam. Diakses pada 2 September 2026, dari https://www.kemkes.go.id/id/lindungi-generasi-muda-kemenkes-siapkan-aturan-bungkus-rokok-seragam
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia & World Health Organization Indonesia. (2024, 22 Agustus). Ministry of Health and WHO release Global Adult Tobacco Survey Indonesia report 2021. Diakses pada 2 September 2026, dari https://www.who.int/indonesia/id/news/detail/22-08-2024-ministry-of-health-and-who-release-global-adult-tobacco-survey-indonesia-report-2021
Nurhasana, R., et al. (2025). E-cigarette use and susceptibility among Indonesian youth: The role of social environment, social media, and individual factors. BMC Public Health. https://doi.org/10.1186/s12889-025-24013-3
Peraturan Pemerintah Nomor 28 Tahun 2024 tentang Peraturan Pelaksanaan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2023 tentang Kesehatan. Database Peraturan JDIH BPK. Diakses pada 2 September 2026, dari https://peraturan.bpk.go.id
Rutherford, B. N., et al. (2023). Viral vaping: A systematic review and meta-analysis of e-cigarette and tobacco-related social media content and its influence on youth behaviours and attitudes. Addictive Behaviors. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/37591107/