Bagi brand, tantangannya bukan lagi sekadar membuat kampanye yang menarik perhatian, tetapi memastikan keputusan bisnis, operasional, dan komunikasi berjalan searah. Di era ketika konsumen ikut menilai siapa perusahaan di balik sebuah produk, reputasi tidak lagi dibentuk oleh tim public relations sendirian. Cara perusahaan memperlakukan pekerja, memilih mitra, merespons isu publik, hingga sikap para pemimpinnya sama-sama menjadi bagian dari pengalaman brand yang dinilai konsumen.
Artinya, pengelolaan reputasi perlu dimulai jauh sebelum krisis terjadi. Kampanye yang baik tetap penting, tetapi tidak akan banyak membantu jika bertentangan dengan praktik yang dijalankan perusahaan. Ketika sebuah isu muncul, yang dipertaruhkan bukan hanya percakapan di media sosial, melainkan kepercayaan yang selama ini telah dibangun.
Daftar Pustaka
Altamira, M. B., & Movementi, S. G. (2023). Fenomena cancel culture di Indonesia: Sebuah tinjauan literatur. Jurnal Vokasi Indonesia, 10(1), Artikel 5. https://doi.org/10.7454/jvi.v10i1.1177
Brian, C., Santoso, G., & Sokang, Y. A. (2025). Analisis persepsi orang muda Jakarta mengenai cancel culture. Ganaya: Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora, 8(4), 66–73.
Compas.co.id. (2024, 8 Juli). Compas market insight dashboard: Efek boikot, pasar F&B mengalami penurunan penjualan hingga 53% di e-commerce. Diakses pada 29 Juli 2026, dari https://compas.co.id/article/market-insight-efek-boikot-pasar-fb-alami-penurunan-penjualan/
Damara, D. (2024, 28 Juni). Akibat invasi Israel ke Palestina, Starbucks Indonesia (MAPB) rugi. Bisnis.com. Diakses pada 29 Juli 2026, dari https://market.bisnis.com/read/20240628/192/1777795/akibat-invasi-israel-ke-palestina-starbucks-indonesia-mapb-rugi
Edelman. (2026, Juni). 2026 Edelman Trust Barometer special report: Brand growth in an insular world. Diakses pada 29 Juli 2026, dari https://www.edelman.com/trust/2026/trust-barometer/special-report-brands
Pitoko, R. A. (2024, 9 Juli). Komisaris pengelola Starbucks Indonesia mundur di tengah aksi boikot. IDN Times. https://www.idntimes.com/business/economy/komisaris-pengelola-starbucks-indonesia-mundur-di-tengah-aksi-boikot-00-brqf5-cbmy9j
Sprout Social. (2026, 18 Juni). Social media is now the primary channel for brand crisis response, new research finds. Diakses pada 29 Juli 2026, dari https://sproutsocial.com/insights/press/social-media-is-now-the-primary-channel-for-brand-crisis-response-new-research-finds/