IDN Research Institute mengodekan genre seluruh 32 lagu unik pada dua daftar Jakarta. City Charts Jakarta (13 lagu) seluruhnya pop atau indie/alternatif: 7 pop, 6 indie/alternatif. Local Pulse Jakarta (20 lagu) jauh lebih beragam: 9 pop, 3 hipdut, 2 hiphop/rap, 2 indie/alternatif, 2 dance/electronic, 1 worship Kristen, 1 folk.
Dari 13 lagu unik yang masuk City Top Tracks selama periode observasi, seluruhnya berada dalam kategori pop atau indie/alternatif. Satu di antaranya diklasifikasikan lebih spesifik sebagai pop balada. Nama yang mengisi daftar ini berulang: Hindia, Sal Priadi, Perunggu, Pamungkas, Nadhif Basalamah, Tulus, Kahitna, Raim Laode.
Local Pulse Jakarta (20 lagu unik)
Genre | Jumlah Lagu | Lagu |
Pop / Pop Ballad (mainstream) | 8 | Teh Hijau (Tulus); Sempurnanya Aku (NPD); Lupain Aku Plis (NPD); Ceritanya Jatuh Cinta Aku (Jeje); ga peka (dia); Gurun Hujan (Juicy Luicy); Sudah Tahu Tuhan Kita Berbeda (eńau, Momo); Tulang dan Nadi (Tiara Andini) |
R&B / Soul / Teatrikal | 3 | 2001x (Adrian Khalif); 24/7 (Romaria); Aurora – dari "Musikal Senja Teduh Pelita" (Jakarta Movin, MALIQ & D'Essentials) |
Hipdut (hip-hop dangdut) | 2 | MMG (My Mine Gueh) (Naykilla); Astaga Bercanda (Akbar Chalay, Mingse) |
Indie / Alternatif / Rock | 3 | Laut yang Tenang (Bernadya); Wals Akhir Zaman (Rony Parulian); I Miss You Every Brand New Day (For Revenge) |
Global pop / Reggaeton-dance pop | 2 | rollerblade remix (no na, Jebung); honk! (no na) |
Worship / Gospel | 1 | Sedekat Itu - Live (JPCC Worship) |
Electronic pop | 1 | Aku Harus Pergi (Whisnu Santika, Ari Lesmana) |
Sumber: Spotify Local Pulse Chart 2026 Dalam dataset ini, daftar top 10 Local Pulse memiliki komposisi genre yang lebih beragam daripada City Top Tracks. Hal itu terlihat terutama dari kemunculan hipdut, hiphop/rap, dance/electronic, worship Kristen, dan electronic pop, yang seluruhnya tidak muncul dalam 13 lagu unik City Top Tracks. Sembilan dari dua puluh lagu Local Pulse berada di luar kategori pop dan indie/alternatif.
Untuk Yogyakarta, klasifikasi genre dilakukan secara mandiri berdasarkan profil artis dan karakter musik masing-masing lagu. Karena metode ini berbeda dari pengodean Jakarta, angka keduanya digunakan untuk membaca pola genre, bukan untuk membandingkan proporsi genre secara langsung.
Local Pulse Yogyakarta (16 lagu unik)
Genre | Jumlah | Lagu |
Dangdut koplo / pop Jawa | 5 | Pamit Rabi (Lavora, Ajeng Febria); Laut Kidul (Denny Caknan, Hendra Kumbara); Sumandhing (Arya galih); Negoro Angin (Silvy Kumalasari); Smaragita (Adif Marhaendra, Linda Adista) |
Hipdut (hip-hop dangdut) | 5 | Bapak Hip Hop (Ndarboy Genk, GNTZ, Bacill, BoyCord); Laut Kidul (Nayla Fardila); Pelampiasan 2 1/2 (La Tasya, Nayla Fardila); Wasap Mamen (DJiamputh, Andi Mbendol); Demi Kowe (NDX A.K.A., Pendhoza) |
Rock/alternatif | 3 | Sumpah Galaxy (Fstvlst); Doa Lamat-Lamat (Fstvlst); Void (The Kick) |
Folk/Celtic punk | 2 | Di Sela Waktu Tersisa (The Cloves and The Tobacco); Tentang Kau Dan Dirimu (The Cloves and The Tobacco) |
Pop punk | 1 | Submerge (COLORCODE) |
Sumber: Spotify Local Pulse Chart 2026 Genre "lokal" di dua kota ini punya isi yang sama sekali berbeda. Local Pulse Jakarta condong ke hipdut, hiphop/rap, dance/electronic, worship Kristen, dan folk, semuanya di luar dominasi pop dan indie/alternatif City Charts. Local Pulse Yogyakarta hampir terbagi rata antara dua kelompok genre: musik yang berasal dari budaya Jawa, yaitu dangdut koplo dan hipdut, sebanyak 10 dari 16 lagu, dan genre rock, punk, serta pop punk independen dari kota ini, yaitu Fstvlst, The Kick, The Cloves and The Tobacco, dan COLORCODE, sebanyak 6 dari 16 lagu.
Genre hipdut di dua kota ini juga tidak sama. Mengutip Indonesia Gen-Z Millennial Report 2027 yang diterbitkan oleh IDN Research Institute, Hipdut Jakarta berkembang dari tren digital-native yang lebih baru, dipopulerkan oleh Jemsii, Tenxi, dan Naykilla, dengan lagu Garam & Madu (Sakit Dadaku) yang dirilis Desember 2024 dan mendapat pengakuan formal di AMI Awards pada November 2025. Hipdut Yogyakarta sudah ada lebih lama, dipopulerkan oleh NDX A.K.A. sejak 2011 di Bantul, dengan Pendhoza dan artis dangdut koplo Jawa lain yang melanjutkan gaya musik ini. Dua kota sama-sama punya hipdut di Local Pulse-nya, tetapi lewat pelaku dan sejarah yang sepenuhnya berbeda.
Catatan: Klasifikasi genre Yogyakarta disusun dari profil dan pemberitaan masing-masing artis (Kompasiana, Tempo, RRI, Wikipedia bahasa Indonesia, IDN Times Jogja, Republika, kanal resmi artis di Spotify dan YouTube), diakses Agustus 2026.