Baca artikel IDN Research Institute lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Booth ComiPara Meningkat, Event Cosplay Makin Beragam di DIY-Jateng
ilustrasi pose sesuai karakter cosplay (pexels.com/meijii)
  • ComiPara di DIY meningkatkan booth kreator dari lebih 120 pada Mei 2024 menjadi lebih 350 pada Oktober 2025, seiring perluasan venue hingga tiga hall JEC.
  • Di Semarang, event cosplay berulang di Lawang Sewu serta hadir di mal dan creative hub, dengan format kompetisi, pertunjukan, tenant, hingga aktivitas gim.
  • Data resmi pasar anime dan cosplay DIY-Jateng belum tersedia; indikator yang terdokumentasi terbatas pada jumlah booth, venue, frekuensi event, serta ragam aktivitas.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Indonesia menjadi salah satu pasar dengan keterlibatan tinggi terhadap anime di kawasan Asia Pasifik. MARKETECH APAC (2025) mencatat tingkat engagement anime di Indonesia mencapai 56 persen, salah satu yang tertinggi di luar Jepang. Laporan Dentsu yang dilansir LBBOnline (2025) juga menunjukkan Gen Z dan milenial Asia Tenggara aktif di komunitas daring, konvensi, dan platform kreator.

Angka tersebut masih berada pada tingkat nasional. Untuk DIY dan Jawa Tengah, belum tersedia data resmi mengenai jumlah cosplayer, nilai transaksi, atau ukuran pasar anime dan cosplay. Data pemerintah juga belum menyediakan rangkaian tahunan yang secara khusus mencatat jumlah event di subsektor ini.

Yang tersedia adalah catatan penyelenggara, agenda resmi pemerintah kota, dan liputan media. Dari sumber-sumber tersebut terlihat dua pola: skala creator market di ComiPara meningkat, sementara di Semarang acara cosplay muncul berulang di berbagai jenis venue.

18 Bulan, Jumlah Booth ComiPara Meningkat Hampir Tiga Kali Lipat

Comic Paradise atau ComiPara adalah salah satu event di DIY yang memiliki data pertumbuhan booth yang terdokumentasi. ComiPara merupakan event yang mempertemukan kreator dan pengunjung, dengan Creator Market sebagai salah satu bagian utamanya. Dalam wawancara dengan KAORI Nusantara (2025), salah satu inisiator ComiPara, Fanny Aleutia, menyebut acara ini digelar dua kali setahun di Jogja Expo Center. Mengutip pernyataan Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi kepada Kompas.com (Pangaribowo, 2025), ComiPara telah berlangsung empat kali sepanjang 2023 hingga 2025.

Jumlah booth kreator ComiPara meningkat dari satu edisi ke edisi berikutnya. Dilansir KAORI Nusantara (2024), ComiPara 2 pada Mei 2024 menghadirkan lebih dari 120 booth kreator. Setahun kemudian, melansir Tirto.id (2025), ComiPara 4 pada 17–18 Mei 2025 membawa lebih dari 200 booth kreator dan merchant. Pada ComiPara 5, 18–19 Oktober 2025, laman resmi Dinas Pariwisata DIY, Visiting Jogja (2025), mencatat lebih dari 350 booth kreator di area Creator Market dengan harga tiket Rp50.000 per hari.

Dari lebih dari 120 booth pada ComiPara 2 menjadi lebih dari 350 booth pada ComiPara 5, jumlah booth kreator meningkat hampir tiga kali lipat dalam sekitar 18 bulan.

Perubahan skala juga terlihat dari penggunaan venue. Dalam wawancara dengan KAORI Nusantara (2025), Fanny menjelaskan bahwa acaranya berkembang dari memakai separuh hall JEC, lalu satu hall, dua hall, hingga tiga hall penuh pada edisi kelima. Pada wawancara yang sama, ia memperkirakan jumlah pengunjung berada di kisaran 10 ribuan per edisi.

Angka pengunjung tersebut merupakan estimasi penyelenggara yang disampaikan dalam wawancara, bukan hasil audit tiket. Dengan harga tiket Rp50.000 per hari sebagaimana tercantum di laman Dinas Pariwisata DIY (Visiting Jogja, 2025), 10.000 pengunjung secara matematis setara dengan sekitar Rp500 juta nilai tiket per edisi. Angka ini belum memperhitungkan pendapatan booth, sponsorship, atau transaksi kreator, dan tidak dapat disebut sebagai pendapatan resmi penyelenggara.

Asal dan jenis barang yang dijual kreator juga menunjukkan skala pasar ComiPara. Masih dalam wawancara dengan KAORI Nusantara (2025), Fanny menyebut sekitar 50 persen kreator berasal dari luar Yogyakarta, dengan tiga asal terbesar Jakarta, Bandung, serta Surabaya dan Malang. Ia juga mencatat hampir seluruh circle kini menjual buku, dan sekitar 70 sampai 80 persen di antaranya secara spesifik menjual komik. Pada edisi kelima, menurut keterangannya, sekitar 20 judul komik baru mengajukan peluncuran, sehingga panitia memangkasnya menjadi sepuluh slot.

ComiPara kemudian berlanjut ke edisi berikutnya. Berdasarkan laman resmi Comic Paradise (2026), ComiPara 6 digelar pada 18–19 April 2026, dan ComiPara 7 dijadwalkan pada 17–18 Oktober 2026 di venue yang sama. Kompas.id (2026) yang meliput edisi April 2026 menggambarkan ribuan penggemar hadir selama dua hari, termasuk peserta yang menyiapkan kostum selama enam bulan dan mengambil cuti dua minggu untuk terbang dari Maluku.

Pemerintah daerah juga mulai mendukung ComiPara sejak 2025. Kepala Dinas Pariwisata DIY Imam Pratanadi, dilansir Kompas.com (Pangaribowo, 2025), menyatakan pihaknya mendukung ComiPara dalam bentuk promosi dan membuka kemungkinan dukungan lebih lanjut, dengan harapan acara ini menjadi wisata minat khusus. Di sisi lain, dalam wawancara dengan KAORI Nusantara (2025), Fanny menegaskan posisi penyelenggara saat ini independen tanpa kerja sama pemerintah, dengan mitra komersial berupa perbankan dan percetakan yang melayani kebutuhan kreator.

Dari Lawang Sewu sampai Mall, Cosplay Menyebar di Semarang

Jawa Tengah menunjukkan pola yang berbeda dari DIY. Jika ComiPara memperlihatkan pertumbuhan skala creator market, Semarang menunjukkan kemunculan event cosplay di berbagai venue.

Lawang Sewu Cosplay Carnival menjadi salah satu contoh yang paling jelas. Agenda resmi PPID Kota Semarang (2024, 2025) mencatat acara ini digelar pada Oktober 2024, Februari 2025, Juli 2025, dan Desember 2025. Melansir Akurat.co (2024), satu edisi juga berlangsung pada 13 Juli 2024, sementara RRI (2025) melaporkan edisi berikutnya pada 26 Oktober 2025. Menurut basis data event Ruang Cosplay (2025), penyelenggara rangkaian ini adalah Hocer Creative Entertainment, pelaku event asal Semarang, yang bekerja sama dengan pengelola kawasan Lawang Sewu.

Rangkaian tersebut tidak dinyatakan sebagai agenda tahunan oleh penyelenggara, sehingga lebih tepat disebut sebagai seri event yang berulang. Melalui penelusuran dengan data dan pemberitaan yang terdokumentasi, sejak 2024, Lawang Sewu beberapa kali digunakan untuk acara cosplay dan budaya populer.

Pada edisi Monster Academy Level Up, 26 Oktober 2025, RRI (2025) melaporkan ratusan cosplayer dari berbagai kota dan ratusan pengunjung memadati Halaman Tengah Lawang Sewu. Dikutip dari siaran pers yang dilansir RRI (2025), Direktur Operasi KAI Wisata Eko Januardi menyatakan antusiasme komunitas cosplay di Semarang dan sekitarnya menunjukkan Lawang Sewu memiliki daya tarik kuat bagi berbagai kalangan. Dalam siaran pers yang sama, sebagaimana dikutip Portal Jateng (Lukadinata, 2025), Riesta Junianti dari Corporate Branding & Communication KAI Wisata menyatakan pelestarian warisan sejarah dapat berjalan beriringan dengan kreativitas generasi muda.

Harga dan format acara juga berbeda antar-edisi. Melansir Akurat.co (2024), edisi Juli 2024 menjual tiket presale Rp20.000 yang sudah termasuk minuman. Sementara itu, mengutip basis data Ruang Cosplay (2025), pengunjung edisi Battle Kingdom pada 28 Desember 2025 dapat masuk secara gratis. Baik pengumuman edisi Juli 2024 di Akurat.co (2024) maupun agenda edisi Desember 2025 di PPID Kota Semarang (2025) mencantumkan Coswalk Competition, J-Song Contest, penampilan band, dan area tenant.

Acara serupa juga muncul di pusat perbelanjaan. Agenda PPID Kota Semarang (2026) mencatat IMAGICON Vol. III digelar pada 11–12 April 2026 di Uptown Mall BSB City oleh Kyodai Community, dengan rangkaian Cosplay Competition, Coswalk Competition, turnamen Mobile Legends, Itasha, dan Japanese Food Eating. Berdasarkan agenda yang sama (PPID Kota Semarang, 2025), CL Sukaku VIII berlangsung pada 21 Desember 2025 di Mall Ciputra Semarang dengan Coswalk Competition, Cosplay Idol Competition, dan J-Song Contest.

Creative hub juga menjadi salah satu venue untuk acara bertema budaya populer. Dilansir laman resmi Collabox (2026), Collabox Creative Hub menggelar Pindrikan Markt XVII bertema "Warga Dunia Lain" pada 6–7 Juni 2026, yang secara eksplisit menyasar pencinta fiksi, animasi, cosplay, dan budaya pop. Masih menurut laman yang sama (Collabox, 2026), Coswalk Competition di dalamnya memungut biaya registrasi Rp15.000 dengan total hadiah di atas Rp500.000. Nilainya memang kecil, tetapi menunjukkan bahwa kompetisi juga melibatkan biaya pendaftaran dan hadiah.

Di DIY, acara serupa juga hadir di luar convention. Melansir laman resmi Jogja City Mall (2026), JCM Cosplay Matsuri digelar pada 18 Juli 2026 dengan tiket masuk gratis bagi pengunjung dan registrasi peserta Rp20.000, mencakup Coswalk Competition, Idol Performance, Henshin Competition, dan Random Play Dance. Sementara itu, berdasarkan basis data event Otabase (2026), YORUCON 2026 berlangsung dua hari pada 15–16 Agustus 2026 di Taman Budaya Embung Giwangan dengan gabungan kompetisi cosplay, penampilan idol, turnamen Tekken 8, Pokémon TCG, dan DJ party.

Di Rembang, Cosplay Dipakai untuk Promosi Bisnis

Acara di Rembang berbeda dari event cosplay yang sebelumnya dibahas. RRI (2026) melaporkan Aston Inn Rembang menghadirkan belasan cosplayer di Alun-Alun Rembang pada 19 Juli 2026 sebagai bagian dari peluncuran menu Jepang hotel tersebut. Masih menurut laporan yang sama (RRI, 2026), karakter yang ditampilkan mencakup Furina dari Genshin Impact, Anya Forger dari Spy × Family, dan Monkey D. Luffy dari One Piece.

Di Rembang, cosplay menjadi bagian dari peluncuran menu Jepang di sebuah hotel. Contoh ini memperlihatkan bahwa penggunaan cosplay tidak terbatas pada event komunitas atau convention, tetapi juga dapat masuk ke aktivitas promosi bisnis.

Dari contoh-contoh tersebut, terlihat beberapa jenis ruang yang kini digunakan untuk aktivitas anime dan cosplay. ComiPara menjadi ruang bagi kreator dan merchant untuk berjualan. Mall menjadi venue untuk kompetisi dan pertunjukan yang dapat diakses pengunjung umum. Lawang Sewu menjadi lokasi event cosplay berulang, sementara pelaku usaha seperti hotel di Rembang menggunakan cosplay dalam kegiatan promosi.

Pergerakan peserta juga menunjukkan hubungan lintas kota. Kompas.id (2026) mencatat kehadiran warga Semarang di ComiPara 6, sementara dalam siaran pers yang dilansir RRI (2025), penyelenggara Lawang Sewu Cosplay Carnival menyebut peserta datang dari berbagai kota. Kehadiran peserta dari berbagai kota menunjukkan bahwa event di DIY dan Jawa Tengah tidak sepenuhnya berdiri sendiri.

Apa yang Belum Bisa Diukur

Namun, data yang tersedia masih memiliki batas. Data tersebut belum cukup untuk menghitung nilai pasar anime dan cosplay di DIY dan Jawa Tengah, laju pertumbuhannya dalam persen, atau jumlah cosplayer aktif di kedua wilayah.

Pertumbuhan jumlah booth ComiPara hanya menggambarkan perkembangan satu event, bukan seluruh pasar DIY. Estimasi 10 ribu pengunjung berasal dari keterangan penyelenggara kepada KAORI Nusantara (2025), bukan audit tiket. Sementara itu, daftar event di Semarang disusun dari agenda PPID Kota Semarang (2024, 2025, 2026) serta liputan media yang tersedia, sehingga belum tentu mencakup seluruh acara yang pernah digelar. Data mengenai JCM Cosplay Matsuri, Pindrikan Markt XVII, dan YORUCON 2026 juga berasal dari pengumuman penyelenggara dan basis data event, bukan laporan pelaksanaan.

Analisis ini akan lebih kuat jika tersedia tiga jenis data: rekapitulasi jumlah event anime dan cosplay per tahun di kedua provinsi, angka pengunjung yang diaudit penyelenggara, serta registrasi komunitas atau cosplayer aktif. Selama ketiganya belum tersedia, indikator yang paling dapat dipertanggungjawabkan adalah jumlah booth, jenis venue, frekuensi penyelenggaraan, dan ragam aktivitas.

Apa yang Bisa Dipelajari Brand dari Tren Ini?

Creator market menawarkan titik masuk lain selain sponsorship event. Lebih dari 350 booth pada ComiPara 5, sebagaimana dicatat Dinas Pariwisata DIY (Visiting Jogja, 2025), menunjukkan besarnya ruang bagi kreator dan merchant untuk menawarkan produk mereka, termasuk merchandise dan karya kreatif. Menurut keterangan penyelenggara kepada KAORI Nusantara (2025), mitra komersial ComiPara saat ini bergerak di layanan pembayaran dan percetakan, dua kategori yang menyentuh kebutuhan operasional kreator.

Mall dan convention menawarkan jenis interaksi yang berbeda. Berdasarkan pengumuman resmi penyelenggara masing-masing (Jogja City Mall, 2026; PPID Kota Semarang, 2025, 2026), event di Jogja City Mall dan dua mall Semarang menggunakan format yang dapat diakses pengunjung umum, termasuk akses gratis pada beberapa acara. ComiPara menghadirkan creator market dengan ratusan booth, dan menurut penyelenggara dalam wawancara dengan KAORI Nusantara (2025), sebagian pengunjung datang dengan tujuan berbelanja. Format tersebut dapat dipertimbangkan brand sesuai tujuan aktivasi, dari awareness hingga kolaborasi dengan kreator.

Aktivasi cosplay juga muncul dalam skala kecil. Dilansir RRI (2026), belasan cosplayer dilibatkan dalam peluncuran menu Jepang di Aston Inn Rembang. Skala aktivasi seperti ini masih jarang muncul di kota kabupaten.

Perhatikan penggunaan karakter dan karya penggemar.Dalam wawancara dengan KAORI Nusantara (2025), penyelenggara ComiPara menyatakan melarang penjualan produk bootleg dan karya berbasis kecerdasan buatan tanpa proses kerja yang bisa ditunjukkan. Aturan tersebut menunjukkan bahwa isu penggunaan IP sudah menjadi bagian dari pengelolaan creator market. Di luar event komunitas, IP juga masuk ke kanal retail, salah satunya melalui kehadiran Pop Mart di Semarang. Perkembangan ini menunjukkan bahwa anime dan budaya pop hadir melalui lebih dari satu kanal, dari creator market dan event hingga retail. Bagi brand, penggunaan karakter dalam aktivasi perlu mempertimbangkan status lisensi dan hak penggunaan IP sejak awal.

Apa artinya bagi pemangku kebijakan?

Dukungan promosi sudah muncul, tetapi data event belum terpusat. Dilansir Kompas.com (Pangaribowo, 2025), Dinas Pariwisata DIY menyebut ComiPara sebagai bagian dari potensi wisata minat khusus. Langkah lanjutan yang dapat dipertimbangkan adalah pencatatan sistematis berupa jumlah event, jumlah peserta, asal pengunjung, dan estimasi belanja per kunjungan.

Aset heritage juga dapat menjadi venue kegiatan budaya populer. Berdasarkan agenda PPID Kota Semarang (2024, 2025) dan liputan RRI (2025), Lawang Sewu beberapa kali menjadi lokasi event cosplay. Model serupa dapat dipertimbangkan untuk aset milik daerah lain di kedua provinsi.

Event creator juga menarik peserta dari luar daerah. Menurut keterangan penyelenggara kepada KAORI Nusantara (2025), sekitar 50 persen kreator ComiPara berasal dari luar Yogyakarta, dengan tiga asal terbesar Jakarta, Bandung, serta Surabaya dan Malang. Karena itu, informasi mengenai akomodasi, transportasi, dan perizinan event dapat menjadi bagian dari dukungan pemerintah terhadap kegiatan semacam ini.

Referensi

Akurat.co. (2024, 12 Juli). Mau isi libur akhir pekan ini dengan aktivitas seru dan menghibur? Datang aja ke Lawang Sewu Cosplay Carnival, berikut daftar acara utamanya. https://akurat.co/kawasan/100239/mau-isi-libur-akhir-pekan-ini-dengan-aktivitas-seru-dan-menghibur-datang-aja-ke-lawang-sewu-cosplay-carnival-berikut-daftar-acara-utamanya (Diakses pada 24 Agustus 2026)

Collabox. (2026). Coswalk competition Pindrikan Markt XVII. https://www.collabox.id/event-info/coswalk-competition-pindrikan-markt-xvii (Diakses pada 24 Agustus 2026)

Collabox. (2026). Pindrikan Markt XVII: Warga dunia lain. https://www.collabox.id/event-info/pindrikan-markt-xvii-warga-dunia-lain (Diakses pada 24 Agustus 2026)

Comic Paradise. (2026). Creator merchant. https://www.comipara.com/creator-merchant (Diakses pada 24 Agustus 2026)

Dinas Pariwisata Daerah Istimewa Yogyakarta. (2025, 8 Oktober). Comic Paradise 5 (Comipara 2025): Festival komik & kreator Indonesia. Visiting Jogja. https://visitingjogja.jogjaprov.go.id/43629/comic-paradise-5-comipara-2025-festival-komik-kreator-indonesia/ (Diakses pada 24 Agustus 2026)

Jogja City Mall. (2026). JCM 2026 Jogja Cosplay Matsuri. https://jogjacitymall.com/857.jcm-2026-jogja-cosplay-matsuri (Diakses pada 24 Agustus 2026)

KAORI Nusantara. (2024, 28 April). Nantikan Comic Paradise 2, 4-5 Mei 2024 di Jogja Expo Center. https://www.kaorinusantara.or.id/newsline/208795/nantikan-comic-paradise-2-4-5-mei-2024-di-jogja-expo-center (Diakses pada 24 Agustus 2026)

Kompas.id. (2026, 19 April). Sejenak menjelma menjadi karakter idola dalam Comipara. https://www.kompas.id/artikel/sejenak-menjelma-menjadi-karakter-idola-dalam-comipara (Diakses pada 24 Agustus 2026)

LBBOnline. (2025). Dentsu report reveals Southeast Asia's anime fandom fuels brand growth in APAC. https://lbbonline.com/news/Dentsu-Report-Reveals-Southeast-Asias-Anime-Fandom-Fuels-Brand-Growth-in-APAC (Diakses pada 24 Agustus 2026)

Lukadinata, A. (2025, 29 Oktober). Cosplay Carnival di Lawang Sewu: KAI Wisata hidupkan wisata heritage dengan kreativitas generasi muda. Portal Jateng. https://www.portaljateng.id/2025/10/29/cosplay-carnival-di-lawang-sewu-kai-wisata-hidupkan-wisata-heritage-dengan-kreativitas-generasi-muda/ (Diakses pada 24 Agustus 2026)

MARKETECH APAC. (2025). Anime's cultural power across APAC: Why brands can't afford to miss the wave. https://marketech-apac.com/animes-cultural-power-across-apac-why-brands-cant-afford-to-miss-the-wave/ (Diakses pada 24 Agustus 2026)

Otabase. (2026). YORUCON 2026. https://otabase.net/id/events/yorucon-2026/ (Diakses pada 24 Agustus 2026)

Pangaribowo, W. S. (2025, 18 Mei). Event Comic Paradise di Yogyakarta diharapkan gaet turis hingga dari luar negeri. Kompas.com. https://travel.kompas.com/read/2025/05/18/090900527/event-comic-paradise-di-yogyakarta-diharapkan-gaet-turis-hingga-dari-luar (Diakses pada 24 Agustus 2026)

PPID Kota Semarang. (2024). Lawang Sewu Cosplay Carnaval. https://ppid.semarangkota.go.id/events/lawang-sewu-cosplay-carnaval/ (Diakses pada 24 Agustus 2026)

PPID Kota Semarang. (2025). Coswalk competition CL Sukaku VIII 2025 Semarang. https://ppid.semarangkota.go.id/events/coswalk-competition-cl-sukaku-viii-2025-semarang/ (Diakses pada 24 Agustus 2026)

PPID Kota Semarang. (2025). Lawang Sewu Cosplay Carnival: Battle Kingdom. https://ppid.semarangkota.go.id/events/lawang-sewu-cosplay-carnival-battle-kingdom/ (Diakses pada 24 Agustus 2026)

PPID Kota Semarang. (2025). Lawang Sewu Cosplay Carnival: Spread of love. https://ppid.semarangkota.go.id/events/lawang-sewu-cosplay-carnival-spread-of-love/ (Diakses pada 24 Agustus 2026)

PPID Kota Semarang. (2025). Lawang Sewu Cosplay Carnival: Toys and hobby expo. https://ppid.semarangkota.go.id/events/lawang-sewu-cosplay-carnival-toys-and-hobby-expo/ (Diakses pada 24 Agustus 2026)

PPID Kota Semarang. (2026). IMAGICON Vol. III: Cosplay & coswalk competition. https://ppid.semarangkota.go.id/events/imagicon-vol-iii-cosplay-coswalk-competition/ (Diakses pada 24 Agustus 2026)

Radio Republik Indonesia. (2025, 29 Oktober). Cosplay Carnival, Lawang Sewu berikan pengalaman berbeda. https://gayahidup.rri.co.id/semarang/hiburan/1938268/ (Diakses pada 24 Agustus 2026)

Radio Republik Indonesia. (2026, Juli). Event cosplay ramaikan launching menu ala Jepang Aston Inn Rembang. https://rri.co.id/semarang/hobi/2580153/event-costplay-ramaikan-launching-menu-ala-jepang-aston-inn-rembang (Diakses pada 24 Agustus 2026)

Ruang Cosplay. (2025). Lawang Sewu Cosplay Carnival: Battle Kingdom. https://ruangcosplay.com/event/lawang-sewu-cosplay-carnival-battle-kingdom (Diakses pada 24 Agustus 2026)

Tirto.id. (2025, 15 Mei). Jadwal Comipara Jogja 2025, harga tiket, event, & floor map. https://tirto.id/jadwal-comipara-jogja-2025-harga-tiket-event-floor-map-hbMo (Diakses pada 24 Agustus 2026)

W, K. (2025, 15 November). Wawancara Comipara 5: Memuaskan para kreator dan pengunjung. KAORI Nusantara. https://www.kaorinusantara.or.id/newsline/235512/wawancara-comipara-5-memuaskan-para-kreator-dan-pengunjung (Diakses pada 24 Agustus 2026)

Curated For You

Editorial Team