Musik lokal semakin mendominasi chart Spotify berbagai negara di wilayah Asia Tenggara. Namun dibanding negara lain di kawasan, Indonesia menunjukkan pola yang paling konsisten. Temuan Tsurezure Lab menunjukkan Indo Pop secara konsisten menguasai sekitar 60-80 persen weekly share Spotify Indonesia sepanjang periode analisis. Jadi, musik lokal Indonesia bukan baru mulai naik sekarang, tetapi sudah lama menjadi kekuatan utama di chart streaming domestik.
Dalam periode 2023 hingga 2026, dominasi tersebut bahkan semakin kuat. Porsi Indo Pop disebut meningkat dari sekitar 60 persen pada 2023 menjadi sekitar 78 persen pada 2026.
Temuan ini terlihat dalam analisis Tsurezure Lab terhadap Spotify Daily Charts Top 50 di lima negara Asia Tenggara. Dalam riset tersebut, Indonesia menjadi negara dengan dominasi musik lokal paling stabil. Porsi Indo Pop disebut meningkat dari sekitar 60 persen pada 2023 menjadi sekitar 78 persen pada 2026. Di saat yang sama, pangsa K-Pop turun dari sekitar lima persen menjadi hanya low single digits.
Tsurezure Lab menyebut Indonesia bukan sekadar mengalami “kenaikan” musik lokal. Sebaliknya, Indonesia adalah kasus ketika genre yang sejak awal sudah dominan menjadi semakin besar lagi.
“It’s less a story of ‘rising’ and more ‘something that was already overwhelmingly dominant grew even stronger’.”
Temuan tersebut juga menunjukkan korelasi negatif yang kuat antara pertumbuhan Indo Pop dan penurunan K-Pop di Indonesia dengan nilai r=-0.79. Sederhananya: hampir setiap kali Indo Pop naik di chart, K-Pop turun. Bayangkan jungkat-jungkit. Saat satu sisi naik, sisi lain turun. Hubungan Indo Pop dan K-Pop di chart Spotify Indonesia mirip seperti itu, walaupun tidak sempurna. Angka -1 akan berarti jungkat-jungkit yang sangat presisi (setiap kali yang satu naik 1, yang lain turun 1 persis). Angka 0 berarti tidak ada hubungan sama sekali. -0,79 lebih condong ke -1, yakni polanya kuat, walaupun tidak absolut.
