Pertumbuhan parfum lokal bukan hanya mencerminkan perubahan pola konsumsi, tetapi juga menjadi peta jalan bagi pelaku industri yang ingin masuk, bersaing, atau mempertahankan posisi di pasar ini.
Bagi brand yang ingin memulai, pintu masuk paling realistis bukan hanya melalui aroma, tetapi juga melalui cerita dan identitas yang konsisten. Pasar sudah dipenuhi produk dengan kualitas yang memadai, tetapi belum banyak brand yang benar-benar memiliki audiens loyal dengan positioning yang jelas.
Sebelum memformulasi produk, brand perlu menentukan terlebih dahulu siapa yang ingin diajak berbicara dan identitas seperti apa yang ingin dibangun. Pendekatan ini dapat terlihat pada The Story of Vivienne (TVOS).
Distribusi digital memang memungkinkan brand baru tumbuh tanpa modal besar untuk masuk ke department store. Namun, kompetisi di TikTok dan Instagram juga menjadi jauh lebih ketat dibanding beberapa tahun sebelumnya.
Dalam situasi seperti ini, modal awal yang penting bukan hanya anggaran iklan, tetapi juga kemampuan membangun komunitas secara konsisten.
Bagi brand yang sedang bersaing, data Compas menunjukkan bahwa segmen parfum pria tumbuh 70 persen pada 2025 atau lebih dari dua kali lipat pertumbuhan segmen wanita dan unisex. Kondisi ini menunjukkan adanya ruang pasar yang masih terbuka lebar.
Brand yang tetap mengambil positioning terlalu netral atau generik berisiko tertinggal oleh pemain yang lebih berani mengambil identitas spesifik.
Kenaikan harga rata-rata dari Rp47 ribu menjadi Rp53 ribu per unit juga memberi sinyal bahwa konsumen tidak lagi semata-mata mencari produk termurah. Terdapat ruang untuk naik kelas selama kenaikan harga diikuti peningkatan narasi, pengalaman produk, dan identitas brand.
Sementara itu, bagi brand yang sudah memimpin pasar, tantangan terbesar bukan selalu datang dari kompetitor yang lebih murah. Risiko yang lebih besar justru muncul dari perubahan ekspektasi konsumen yang bergerak lebih cepat dibanding kemampuan brand untuk beradaptasi.
Braven, merek lokal yang menjadi salah satu produk parfumprafum pria terlaris di e-commerce, bukan berkembang karena faktor harga semata, melainkan karena berhasil mengunci positioning maskulin pada momentum yang tepat.
Karena itu, mempertahankan posisi di industri parfum saat ini berarti terus membaca ulang siapa konsumen hari ini, bukan hanya mempertahankan formula yang berhasil pada masa lalu.
Sumber:
Badan Pusat Statistik (BPS). "Ekonomi Indonesia 2020 Turun sebesar 2,07 Persen (c-to-c)." Siaran Pers, 5 Februari 2021. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2021/02/05/1811/ekonomi-indonesia-2020-turun-sebesar-2-07-persen
Badan Pusat Statistik (BPS). "Ekonomi Indonesia Triwulan I-2026 Tumbuh 5,61 Persen (Y-on-Y)." Siaran Pers, 5 Mei 2026. https://www.bps.go.id/id/pressrelease/2026/05/05/2575/ekonomi-indonesia-triwulan-i-2026-tumbuh-5-61-persen--y-on-y-.html
Kementerian Keuangan Republik Indonesia. "Menkeu Purbaya Sampaikan Berbagai Strategi Dorong Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen." Berita Utama, 11 Mei 2026. https://www.kemenkeu.go.id/informasi-publik/publikasi/berita-utama/Strategi-Dorong-Pertumbuhan-Ekonomi-5,61-Persen
Mandiri Institute. Demographic Insights: Dinamika Kelas Menengah di 2025. Laporan Riset, Februari 2026. https://mandiriinstitute.id
Compas.co.id. "Tren Parfum Pria di E-Commerce 2026: Peluang Rp6,1 T untuk Brand FMCG." April 2026. https://compas.co.id/article/tren-parfum-pria-ecommerce-2026/
Compas.co.id. "Tren di E-Commerce 2024: Parfum & Wewangian Makin Laris." Februari 2025. https://compas.co.id/article/tren-di-e-commerce-2024/
Central Insight. "The Boom of Indonesian Body Fragrance Market: What's Driving the Growth?" Maret 2025. https://centralinsight.com/boom-indonesian-body-fragrance-market-whats-driving-growth/
Strategy Helix. Indonesia Perfume Market 2025–2030. Laporan Riset Pasar, 2025. https://strategyh.com/report/perfume-market-in-indonesia/
Koran Jakarta. "Penjualan Parfum di E-Commerce Melonjak 53% Sepanjang 2025, Segmen Pria Pimpin Pertumbuhan." 18 Januari 2026. https://koran-jakarta.com/2026-01-18/penjualan-parfum-di-e-commerce-melonjak-53-sepanjang-2025-segmen-pria-pimpin-pertumbuhan